Jangan Bayar Parkir Kalau Tak Ada Karcis Parkirnya

646
Pesona Indonesia
Seorang tukar parkir menagih sewa parkir di Karimun. foto:tri haryono/batampos
Seorang tukar parkir menagih sewa parkir di Karimun. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Karimun, H Aryandi mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan agar tidak membayar parkir kalau petugas parkir tidak memberikan karcis tanda bukti transaksi. Tidak hanya parkir di pinggir jalan, tetapi juga sama berlaku untuk parkir di pertokoan maupun swalayan.

”Pokoknya jangan dibayar, kalau tidak ada karcir parkir. Berarti itu parkir liar, dan ini perlu kerjasama masyarakat agar bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui retribusi parkir,” ucap Aryandi, Rabu (11/5).

Dengan demikian, tambahnya lagi, apabila tidak menerima karcis parkir, dipastikan uang yang dibayarkan tidak menjadi pendapatan pemerintah daerah, melainkan masuk ke kantong pribadi. Sementara untuk sektor parkir, pihaknya berkewajiban memaksimalkan retribusinya agar bisa jadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Emang kita akui, tidak mungkin mengawasi jukir selama 24 jam. Untuk itu dengan menerima karcis tersebut sebagai bukti tanda, Anda membayar dan memberikan pemasukan kepada pemerintah sebagai retribusi. Kalau tidak ada karcis, otomatis uangnya masuk kantong pribadi,” tuturnya.

Pihaknya setiap bulannya telah mencetak karcis sebanyak 10 ribu lembar. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2011 tentang retribusi daerah. Di mana dalam bab 2 jenis retribusi daerah pasal 2 ayat 2 jenis retribusi jasa umum sebagaimana dimaksud huruf d yaitu retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum.

”Walaupun sedikit hanya Rp 500/karcis untuk motor, sedangkan untuk roda empat Rp 1000/karcis. Dan itu sangat berharga buat kontribusi ke Pemda Karimun. Kalau di kumpul, cukup lumayan banyak. Nah, kesadaran masyarakatlah yang paling penting berperan saat ini,” jelas Aryandi lagi.

Sementara seorang warga Lia, saat dijumpai diparkiran Tanjungbalai Karimun mengatakan, selama ini bayar seperti biasa Rp1000 sekali parkir. Petugas parkir tersebut tidak pernah memberikan karcis.
”Malaslah bang kami ribut, padahal tiap hari jumpa. Tetap juga bayar Rp1000, alasan tidak ada uang kembalian,” singkatnya sambil berlalu.

Pantauan di lapangan, di beberapa titik tempat parkir, seperti di pelabuhan, pertokoan Jalan Nusantara, jalan A Yani kolong masih banyak Jukir yang tidak memberikan karcis parkir. Padahal mereka resmi menggunakan pakaian parkir, ada juga yang berpakaian bebas. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar