Kapal Terbakar, Pemilik Bengkel di Karimun Rugi Miliaran Rupiah

750
Pesona Indonesia
She Kuan (kiri) di lokasi kebakaran. fotosandy/batampos
She Kuan (kiri) di lokasi kebakaran. fotosandy/batampos

batampos.co.id – Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (11/5) dini hari pukul 02.15 WIB di RT 01 RW 05, Jalan A Yani Kecamatan Meral. Lokasi kebakaran tepatnya di pinggir pantai yang berasal dari sebuah kapal yang sedang bersandar di pelantar kayu dan meluas ke pelantar lain yang berdekatan.

”Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kebakaran berawal dari terbakarnya kapal kayu yang sedang sandar di pelantar milik Apong. Kemudian, api menjalar sampai membakar pelantar milik Apong. kebakaran semakin meluas. Sehingga, menyebabkan pelantar milik She Kuan yang di atasnya terdapat bengkel bubut kapal dan juga membakar pelantar milik Acan,” ujar Kapolsek Meral, AKP Agung Gima Sunarya.

Api berhasil dipadamkan, katanya, sekitar satu jam kemudian atau pukul 03.30 WIB dengan bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan juga dibantu oleh masyarakat. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Termasuk juga tidak ada kapal-kapal patroli BC yang berada dekat dengan lokasi kebakaran. Untuk saat ini, kerugian secara immateril sebesar Rp 6 miliar.

”Kerugian paling besar dialami oleh She Kuan sekitar Rp 5 miliar. Karena, yang terbakar adalah bengkel bubut dan di dalamnya terdapat mesin bubut. Kemudian, Acan mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta karena ada dua unit mesin api yang terbakar. Selebihnya kerugian dari terbakarnya pelantar lain. Kapal yang terbakar sudah tenggelam, karena hangus terbakar,” jelasnya.

She Kuan yang ditemui koran ini secara terpisah mengaku awalnya tidak tahu kalau bengkel bubut kapal yang terletak di pelantar belakang rumahnya terbakar. ”Saat itu saya sedang tidur dan sama sekali tidak tahu. Meski, pelantar yang terdapat bengkel beberapa meter dari tempat tinggalnya. Saya baru tahu setelah ada warga yang teriak. Barang-barang bengkel tidak ada yang dapat diselamatkan. hanya tinggal besi-besi saja. Kerugian saya sekitar Rp 5 miliar bagaimana ke depan saya pun belum tahu,” ungkapnya.

Salah seorang warga setempat, Titi secara terpisah kepada koran ini menyebutkan, pada saat kebakaran terjadi terdengar beberapa kali bunyi ledakan. ”Hal ini disebabkan, di pelantar milik Apong terdapat drum-drum yang berisi minyak tanah. Karena, memang dia agen yang menjual minyak tanah. Kita bersukur api dapat segera dipadamkan, karena jika tidak menutup kemungkinan akan mengenai pelantar yang lain,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar