Medsos Jembatan Komunikas ATB Batam dengan Pelanggan

603
Pesona Indonesia

medsosSekarang jaman media sosial. Semua perusahaa memanfaatkan medsos untuk berkomunikasi.

Termasuk PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Sejak 2012 ATB Batam mulai intens mempublikasikan beragam informasi melalui sosial media. Perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut rutin menyapa pelanggan melalui facebook ATB Batam, twitter @atbbatam, hingga  instagram dan youtube atb.batam.

Selain informasi proyek pengerjaan pipa yang berpotensi pada suplai air pelanggan, melalui sosial media tersebut juga kerap dipublikasikan mengenai lowongan pekerjaan di ATB, tips menghemat air, fakta seputar air bersih, hingga informasi seputar pengelolaan air bersih di Pulau Batam.

“Media sosial resmi yang dikelola ATB dapat dimanfaatkan pelanggan untuk berinteraksi dengan kami. Selain mendapatkan informasi dari ATB, pelanggan juga sebaliknya dapat memberikan informasi terkait ATB, misalkan memberitahu bila ada kebocoran pipa atau hal lainnya,” ungkap Corporate Communication Manager Enriqo Moreno.

Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh M L Hifzul Wathan yang melaporkan ada kebocoran pipa di Tiban Palem akibat pipa terlepas, atau seperti yang dilakukan oleh Maulina Elizabeth Tampubolon yang melaporkan ada kebocoran pipa di  dekat pintu masuk Perumahan Tiban Koperasi.

“Umumnya pelanggan membantu melaporkan kebocoran air karena peduli dengan air. Apalagi seperti yang kita tahu air baku di Batam sangat terbatas karena hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di lima dam. Sehingga saat melihat kebocoran, umumnya pelanggan melaporkan ke ATB mellaui call centre 0778-467111 atau melalui media sosial,” ungkap Enriqo.

Ia melanjutkan, beberapa pelanggan terkadang juga mengeluhkan tagihan air yang dinilai terlampau tinggi. Namun khusus untuk keluhan mengenai tagihan, ATB mengarahkan pelanggan untuk menyampaikan secara langsung ke petugas customer service di kantor pelayanan, baik di Sukajadi maupun di  Batu Aji.

“Ada beberapa alasan mengapa tagihan pelanggan tinggi, bisa karena memang pemakaian air pelanggan yang lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya, atau bisa juga karena kebocoran jaringan dalam pipa pelanggan. Oleh karena itu, agar lebih mudah disusuri, kami biasanya mengarahkan pelanggan untuk datang langsung ke kantor pelayanan,” jelasnya.

Enriqo menuturkan, pelanggan umumnya mengeluhkan mengenai kehandalan suplai air yang berkurang akibat pekerjaan atau kebocoran pipa. Hal tersebut seperti saat ATB melakukan pekerjaan Interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang beberapa waktu lalu. Pelanggan yang lebih jauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kontur yang lebih tinggi, sempat beberapa kali menanyakan kapan air di tempat mereka kembali mengalir normal.

“Melalui media sosial, kami biasanya mengumumkan update informasi terkait pekerjaan ATB. Sehingga pelanggan dapat mengetahui beragam informasi terkini tersebut. Media sosial ATB cukup aktif, untuk facebook di akun Adhya Tirta Batam dan ATB Batam saat ini sudah mencapai 12.950, sementara untuk twitter mencapai 4.816 followers,” pungkasnya. (*)

Respon Anda?

komentar