Alumni STAI MU Unjuk Rasa, Tuntut Kampus Keluarkan Ijazah

497
Pesona Indonesia
Alumni STAI-MU bernjuk rasa meminta ijazah mereka segera diterbitkan, Kamis (12/5). Foto:Osias De/Batampos
Alumni STAI-MU bernjuk rasa meminta ijazah mereka segera diterbitkan, Kamis (12/5). Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Puluhan alumni mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul’ulum (STAI-MU) Tanjungpinang menggelar unjuk rasa di halaman kampus STAI MU Tanjungpinang Jalan Kepodang Kilometer 11, Kamis (12/5). Mereka menuntut pihak kampus untuk segera mengeluarkan ijazah yang sudah diyudisium dan wisuda pada Oktober 2015 lalu.

Selain mendesak pihak kampus, mereka yang tergabung dari tiga program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Islam dan Tadris Bahasa Inggris juga melakukan pembakaran ban. Unjuk rasa tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Dalam orasinya, Diko, alumni mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris menyampaikan, unjuk rasa tersebut dilakukan guna menuntut pihak kampus untuk memberikan penjelasan terkait belum dikeluarkannya ijazah wisudawan yang digelar pada Oktober lalu.

”Kami ingin mempertanyakan nasib ijazah kami, karena ijazah hampir lima bulan belum juga keluar,” ujar Diko dihalaman kampus STAI MU tersebut.

Menurut Diko, alumni mahasiswa angkatan 17 tersebut juga meminta transparansi pihak kampus terkait masalah tersebut. Sebab, selama ini semua kewajiban sudah terpenuhi, sehingga ijazah yang dianggap sebagai langkah mereka untuk menetapkan masa depan diharapkan segera dikeluarkan.

”Banyak teman-teman yang menanti ijazah itu untuk melamar kerja, tetapi sampai sekarang belum juga dikeluarkan,” kata Diko.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Suhardiman menjelaskan, bahwa ijazah tersebut masih dalam proses pengurusan di Kopertis Wilayah XII Riau-Kepri di Pekanbaru. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diselesaikan, mengingat STAI MU masih dibawah Universitas Islam Negeri (UIN) Riau.

”Beberapa bulan ini memang ada hal yang harus kita selesaikan ke Kopertis, karena STAI MU ini tidak seperti sekolah tinggi yang umum,” ujar Suhardiman saat menemui puluhan alumni mahasiswa tersebut.

Suhardiman pun berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut dalam waktu dekat. Sebab, ada beberapa proses penandatanganan yang harus pulang pergi, sehingga membutuhkan waktu yang cukup signifikan.

”Insya Allah akhir bulan ini (Mei, red), ijazah sudah bisa dikeluarkan, kami berharap alumni sedikit bersabar,” janji Suhardiman.

Ditambahkan Suhardiman, selama ini pihaknya sudah mengeluarkan surat keterangan kelulusan dan transkip nilai. Namun, hal tersebut memang ditujukan untuk kepentingan didalam daerah mengingat ijazah belum bisa dikeluarkan.

”Kami sebelumnya sudah mengeluarkan surat keterangan kelulusan dan transkip nilai. Bahkan, nomor ijazah mereka pun sudah ada,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar