Harga Gula Melonjak Rp17 Ribu Perkilo di Moro

665
Pesona Indonesia
Seorang pekerja toko kelontong Multi Sukses di Pasar Mega Legenda Batamcenter sedang menimbang gula pasir, Rabu (4/5). Jelang Ramadan harga kebutuhan pokok seperti gula dan beras masih normal. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos . Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang pekerja toko kelontong sedang menimbang gula pasir, Rabu (4/5). 
 Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lonjakan harga jual gula di Moro yang mencapai Rp17 ribu per kilogram, membuat kaget konsumen. Harga gula eceran sebelumnya dijual Rp13 ribu per kilogram. Naikknya harga jual gula pasir ini, lantaran dipasok dari Karimun dan Tanjungbatu sebelum dipasarkan ke Moro.

“Kagetlah saya, ketika belanja gula pasir sudah melonjak Rp17 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya Rp13 ribu per kilo,” keluh Yah, salah seorang pedagang kedai kopi, Kamis (12/5) kemarin.

Meski harga gula pasir mengalami kenaikan, namun Yah tidak berani ikut menaikkan harga jual secangkir kopi maupun teh di kedai miliknya. Selain karena persaingan, juga dikhawatirkan pelanggan akan lari.

“Dengan kondisi begini, saya serba salah untuk menaikkan harga secangkir kopi atau teh. Sekarang kami hanya bertahan Rp 2.000 untuk teh dan Rp 3.000 untuk secangkir kopi,” paparnya.

Terpisah Sunkia, salah satu pedagang sembako di Moro mengaku gula dibelinya dari Tanjungbatu. Sebab kapal ekspor ikan dari Singapura tak lagi dibenarkan turut mengangkut gula dan beras masuk ke Moro.

“Memang sangat terasa sekali akibatnya lonjakan barang sembako. Bukan saja gula yang naik dan juga barang kebutuhan lainnya naik. Biasanya gula dari Moro ke Tanjungbatu. Tapi sekarang gula itu dipasok dari Karimun ke Tanjungbatu dan ke Moro. Tak heran kalau harga gula jadi melonjak tajam Rp17 ribu per kilo,” ungkap Sunkia. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar