Jadi Tersangka, Erianto Diminta Mengundurkan Diri dari Partai Demokrat

689
Pesona Indonesia
Husnizar Hood. foto:dok
Husnizar Hood. foto:dok

batampos.co.id – Politisi Partai Demokrat, Erianto yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, diminta untuk mengajukan surat pengunduran dirinya dari tubuh partai.

Menurut Sekretaris Jendral DPP Demokrat, Husnizar Hood, tindakan pengunduran diri tersebut harus dilakukan Erianto, sesuai dengan kesepakatan partai Demokrat. “Harus mengrimkan surat pengunduran dirinya, hal ini disebutkan dalam pakta integritas. Jika kami terlibat kasus hukum, maka harus bersedia mengundurkan diri,” tutur Husnizar kepada media kemarin.

Informasi terkait keharusan Erianto untuk mengundurkan diri, menurut Husnizar telah diberikan kepada pengacara pribadi Erianto. “Kemarin (Senin, (9/5) baru diantar. Kami tunggu proses dari pengacaara pribadinya.

DPP merekomendasikan hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kisruh, jika Partai yang melakukan pemecatan terhadap Erianto. “Yang pasti memang ada pakta integritasnya untuk mengundurkan diri. Jika tidak memang dipecat,” sambung Nizar.

Sementara Erianto, menurut Nizar, tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti pakta integritas yang telah disetujui semua politisi Demokrat. “Harus bersedia dan secepatnya,” tegas Nizar.

Terpisah, dalam rapat Badan Musyawarah, Ketua DPRD Kepri Jumga Nadeak sudah memina fraksi Golkar dan Demokrat untuk dapat segera mengurus hal ini.

“Di DPRD tinggal menunggu saja pengajuan dari partai yang bersangkutan. Kalau sudah ada semua persyaratannya, yang tinggal dilantik PAW (Pengganti Alih Waktu, red) nya,” pungkas Jumaga. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar