Kios Liar Milik Pengusaha juga Dibongkar

1042
Pesona Indonesia
Kios liar di Simpang Frengki saat ditertibkan, Jumat (29/4) lalu. Pemerintah Kota Batam akan mengembalikan fungsi lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Kios liar di Simpang Frengki saat ditertibkan, Jumat (29/4) lalu. Pemerintah Kota Batam akan mengembalikan fungsi lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan terus membongkar kios liar yang ada di sejumlah titik di kota ini. Tak hanya milik pedagang kecil, kios ilegal milik para pengusaha juga tak akan luput dari penertiban ini.

“Seperti kios milik pengusaha yang berada di depan Edukits Batamcenter, itu sudah kami berikan SP (surat peringatan) satu,” kata Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Kamis (12/5).

Menurut Ardi, kios yang ada di kawasan itu berdiri di atas lahan buffer zone atau row jalan. Sehingga harus dibongkar. Pemko Batam, kata dia, tak memiliki beban untuk menertibkan semua kios di buffer zone. Pasalnya, penertiban memang ditujukan untuk menata kota dan menertibkan bangunan-bangunan ilegal yang berdiri di lahan yang tak sesuai peruntukannya.

“Itu instruksi dari Pak Wali (Kota Batam, Muhammad Rudi), yang menghendaki agar kota ini rapi dan tertata,” jelasnya.

Karena itu, penertiban juga bakal menjangkau ke semua titik kios liar di Batam. Termasuk, kios-kios di kawasan Jodoh dan Nagoya. Ardi katakan semua akan ditertibkan secara bergantian. Pasalnya, dalam setahun ini Pemko Batam menargetkan untuk menertibkan delapan titik kios liar di seluruh Batam.

“Yang di Batamcenter itu kan sudah, nanti sisanya bertahap ke daerah lain,” kata dia.

Menurut Kabag Humas, semua kios di buffer zone juga akan mendapatkan prosedur yang sama. Dimulai dengan pemberian SP pertama hingga tiga dan permintaan untuk membongkar sendiri kiosnya.

“Semua dilalui bertahap, begitu juga dengan jadwal pembongkaran,” kata dia.

Lebih lanjut, Ardi juga mengimbau pada masyarakat agar tidak membeli kios-kios liar yang berdiri di atas row jalan. Pasalnya, itu hanya akan merugikan masyarakat selaku pembeli.

“Jangan tergiur dengan tawaran dan janji-janji penjual yang mengatakan kios itu tak akan digusur,” pesan Ardi.

Ardi menambahkan, setelah merobohkan ratusan kios liar di Simpang Tropicana, Simpang Frengki, dan Simpang Kara, pihaknya akan membongkar kios liar lainnya yang berada di kawasan Batamcentre.

“Setelah Batamcentre selesai, baru bergerak ke wilayah lainnya. Sampai habis,” kata dia.

Ardi mengatakan, hingga akhir tahun ini, Pemko Batam menjadwalkan tujuh kali pembongkaran kios liar. Pembongkaran masih fkus di wilayah Batam Kota, sebab sedikitnya ada 3.500 PKL dan kios liar di wilayah ini.

Sementara itu, beberapa waktu lalu tim dari Kecamatan Sekupang telah melayangkan Surat Peringatan (SP) pembongkaran kepada pengelola kios dan bangunan liar seperti yang berada di Tiban Mc Dermott dan di Taman Gajah Mada, Sekupang.

“Pembongkaran tergantung dari Satpoll PP kota, mungkin setelah lebaran,” kata camat Sekupang, Zurniati, Kamis (12/5).

Menurutnya, pembongkaran harus sudah dilakukan tanggal 2 Mei lalu, namun karena tim terpadu harus memfokuskan di wilayah Batamcentre jadi yang di Sekupang menunggu giliran.

“Yang paling penting kita tetap pada arahan pimpinan, tahun 2016 Batam bebas kios dan bangunan liar,” tegasnya.

Deretan kios liar di Simpang Basecamp Batuaji dan di deretan jalan trans Barelang depan Lapas akan dibongkar sebelum lebaran. Diharapkan di akhir tahun, kios liar di Batam akan dibongkar semuanya.

“Kemungkinan besar yang di simpang Basecamp dan di daerah Tembesi mau ke arah Tembesi itu akan kita bongkar secepatnya. Sebelum lebaran dua titik itu akan bersih,” kata Hendri, Kasatpol PP Pemko Batam, Kamis (12/5).

Hendri mengatakan kios liar di sekitar lampumerah Basecamp sangat mengganggu. Apalagi sudah direncanakan pembangunan jalan dua arah Batuaji-Sekupang. “Kalau jalan dua arah sudah sampai lampu merah, maka itu sudah pasti kena,” katanya.

Sementara kios liar di depan Tembesi, depan Lapas sangat menggangu bagi pengguna jalan raya. Apalagi di sana sering menjadi pasar dadakan, atau pasar kaget. Padahal jalan reya tersebut menjadi akses satu-satunya ke jembatan Barelang, Pulau Abang, destinasi wisata yang banyak dikunjungi Wisman.

“Kan sangat jelek, dilihat sama turis yang hendak ke arah Barelang sana,” katanya.

Setelah itu, tim terpadu akan menyasar kios-kios yang ada di Seibeduk dan Sekupang. Dalam waktu dekat kios liar yang ada di daerah Jodoh dan Nagoya. Ini menjadi target utama setelah penertiban di daerah Batamcenter. (rna/hgt/ian/opi/rng/cr13/cr17)

Respon Anda?

komentar