Komentar Pelayan Berujung Pecat

682
Pesona Indonesia

pecatbatampos.co.id – Malam Minggu lalu di Arlington, AS, empat orang, tiga di antaranya berbaju kotak-kotak, bersiap menikmati makan malam. Lalu, drama dimulai ketika seorang pelayan membawakan mereka semangkuk besar nasi.

Satu di antara mereka, yang menyebut dirinya Matt, bertanya kepada pelayan itu. Matt yang pernah tinggal di Beijing pada 2000-an bertanya, apakah restoran tidak seharusnya menyajikan mangkuk kecil personal. Sebab, menurut Matt, itulah yang biasa dihidangkan di Tiongkok.

Pelayan perempuan tersebut lantas menawarkan untuk mengganti. Matt dan kawan-kawan menolak.

”Enggak apa-apa. Hanya agar kamu tahu bagaimana yang dilakukan di Tiongkok,” kata Matt.

Drama makan malam ternyata belum berakhir. Saat akan membayar, grup itu meminta agar billing-nya dipisah menjadi empat. Mendengar hal tersebut, si pelayan terdengar ngedumel, ”Itu yang mereka lakukan di Tiongkok.”

Matt tak paham maksud si pelayan. Namun, temannya yang asli Tiongkok bilang bahwa itu ungkapan sarkastis. Sebab, di Tiongkok biasanya ada seorang yang mentraktir.

Lalu, mereka pun kaget bukan kepalang ketika melihat tanda terima. Di situ tertulis ”Aku si kotak-kotak —-”, yang jelas merujuk pakaian mereka. Baris berikutnya tertulis ”Aku punya penis kecil”, yang jelas merupakan olok-olok yang tak perlu dibuktikan.

Mereka lantas memprotes ke Qian Cheng, manajer yang bertugas malam itu. Cheng meminta maaf dan memberikan voucher senilai USD 20 untuk kompensasi. Menurut Cheng, tulisan tersebut adalah komentar dalam sistem yang biasa dilakukan secara internal. Namun, komentar itu lupa dihapus sehingga turut tercetak.

Insiden tersebut berbuntut serius. Peter Chang memecat Qian Cheng. Juga si pelayan. Lydia Zhang, manajer lain, juga diberhentikan. (dio/JPG)

Respon Anda?

komentar