Memotret Terlalu Dekat, Dokter Hewan Tewas Diamuk Gajah

683
Pesona Indonesia
Seorang pawang dan dokter hewan (Almh) Esthi Octavia saat menaiki gajah beberapa waktu yang lalu. (Foto: Radar Solo)
Seorang pawang dan dokter hewan (Almh) Esthi Octavia saat menaiki gajah beberapa waktu yang lalu. (Foto: Radar Solo)

batampos.co.id – Nasib tragis dialami oleh seorang dokter hewan bernama Esthi Octavia Wara Hapsari (25). Dokter hewan di objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Jawa Tengah itu meninggal dunia lantaran diamuk gajah.

Peristiwa naas itu terjadi pada hari Rabu (11/5) pagi sekitar pukul 07.00. Sepasang gajah bernama Panamtu dan Sari (betina) dibawa ke lapangan WGM untuk latihan adaptasi dengan pawang masing-masing. Menurut saksi, Rukmono Aji, saat itu Esthi memotret gajah dari jarak yang sangat dekat.

“Memotret pakai lampu kilat, mungkin gajahnya (Panamtu) kaget lalu menyabet mbak’e (Esthi, red) pakai belalainya,” ujar Rukmono yang berprofesi sebagai penjual es kelapa muda di kawasan WGM.

Sontak sabetan belalai gajah seberat 5 ton itu langsung membuat Esthi terpental. Kerudung, sandal dan telepon genggamnya juga terlepas.

Panamtu pada pagi kemarin memang seperti kesetanan. Hewan mamalia raksasa itu ternyata tak sekadar membanting Esthi, tapi juga memburu dan menginjak-injaknya.

Rukmono sempat mencoba menolong Esthi dari amukan Panamtu. Ia memungut barang-barang Esthi yang terlepas sembari meminta dokter hewan itu lari.

Namun, Esthi memang tak kuat lagi untuk kabur. “Tapi mbak’e malah bilang, ’sikilku lara mas, ra iso mlayu (kakiku sakit, mas, tak bisa berlari, red)’,” kata Rukmono menirukan ucapan Esthi.

Saat situasi tak terkendali lagi, seorang mahout atau pawang hewan mencoba mengalihkan perhatian Panamtu dengan melemparkan kelapa muda. Namun, usaha itu sia-sia.

Panamtu terus mengejar Esthi yang hanya bisa berlari-lari kecil sembari menahan rasa sakit di kakinya. Hingga akhirnya langkah dokter hewan lulusan Universitas Airlangga, Surabaya itu terkejar olah Panamtu.

Gajah jelas bukan tandingan Esthi. Ia menyeruduk dokter warga Gemawang RT 1/RW 1 di Desa Ngadi, Kecamatan Bulukerto itu. Panamtu mengangkat tubuh Esthi dan membantingnya. Selanjutnya, sang gajah menginjak-injak Esthi.

Setelah itu, sang gajah terlihat mengendus-endus tubuh korbannya dengan belalai. Tapi tak lama kemudian gajah itu berlari ke kandangnya. “Saya berlari ke mbka’e, ternyata sudah meninggal,” kata Rukmono.

Orang-orang yang melihat Esthi tergeletak langsung membawanya ke RSUD dr Sodiran Mangun Sumarso menggunakan truk. Menurut Pratikno Widodo, dokter di RSUD dr Sudiran Mangun Sumarso, Esthi tiba di rumah sakit itu pukul 08.00.

“Tiba di rumah sakit sudah meninggal dunia. Korban mengalami tulang dada remuk, perut memar, tulang paha kanan patah,” tutur Pratikno. (jpg)

Respon Anda?

komentar