Mesin Baru PLTD Beroperasi, Durasi Pemadaman Hanya 3 Jam

528
Pesona Indonesia
Mesin PLTD telah dioperasikan sehingga menambah daya mencapai 3,5 Mega Watt (MW) untuk listrik di Karimun. foto:ist
Mesin PLTD telah dioperasikan sehingga menambah daya mencapai 3,5 Mega Watt (MW) untuk listrik di Karimun. foto:ist

batampos.co.id – PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, telah mengoperasikan mesin baru Pembangkit Tenaga listik Diesel (PLTD) dengan daya mencapai 3,5 Mega Watt (MW), Kamis (12/5). Sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungsebatak, sudah selesai overhoul dan akan segera dioperasikan. Sehingga, defisit daya listrik dari 5 MW yang terbagi untuk pelanggan umum sebesar 3,5 MW dan hotel 1,5 MW.

Saat ini, sudah berkurang menjadi 1,5 MW untuk pelanggan umum dan hotel masih tetap. Sedangkan, durasi pemadaman masih tetap, mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun, waktunya berkurang dari 5 jam menjadi 3 jam.

”Alhamdulillah, mesin baru kita sudah beroperasi. Tapi, daya hanya 2 MW sisanya untuk standby saat beban puncak nanti dan saya harap bersabarlah pemadaman masih berlanjut,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, Dedi Januar di Tanjungbalai Karimun.

Dikatakan, sesuai jadwal dari pihak PLTU Tanjungsebatak diperkirakan pekan depan sudah dapat beroperasi. Dengan demikian tidak terjadi pemadaman kembali. Sementara mesin PLTD milik PLN yang dalam perbaikan, masih dalam tahap uji coba proteksi.

”Jadi walaupun mesin baru sudah beroperasi, tapi masih kekurangan daya listrik. Mudah-mudahan pekan depan tidak terjadi pemadaman lagilah,” ungkapnya.

Sementara mesin baru untuk tahap kedua yang akan datang. Hingga saat ini belum ada informasi dari PLN Wilayah. Dengan demikian, untuk penyambungan baru maupun tambah daya sementara ini tidak bisa dilakukan. Saat ini pelanggan PLN mencapai 34 ribu di pulau Karimun besar.

”Yang jelas sih tahun ini penambahan mesin di PLTD Bukit Carok, mencapai 6 unit ditahap awal 4 unit, tahap kedua 1 unit dan tahap ketiga 1 unit lagi. Kendalanya, kita kekurangan lahan untuk menempatkan mesin-mesin tersebut,” tuturnya.

Terpisah salah seorang pegawai Pemda Ana, berharap agar tidak terjadi pemadaman listrik lagi. Karena, sangat menganggu pekerja di kantor. ” Janganlah, masalah pemadaman menjadi tranding topik setiap tahunnya,” katanya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar