Pemkab Lingga Gandeng LIPI untuk Garap SDA dan Bangun SDM

784
Pesona Indonesia
Prof Dr Bambang Subianto.
Prof Dr Bambang Subianto.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga, menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggarap sumber daya alam (SDA) dan membangun sumber daya manusia (SDM) yang siap untuk bersaing. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Lingga dan LIPI di Balai Agung Junjungan Negri, Bandar Sultan Mahmud Riayat Syah III oleh Bupati Lingga Alias Wello dan Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Prof Dr Bambang Subianto, Kamis (12/5) sore.

Awe panggilan akrab bupati Lingga dalam sambutannya mengatakan, momentum ini untuk mengoptimalkan seluruh potensi SDA Kabupaten Lingga yang kaya.

“Lingga begitu kaya, tapi kita masih sangat miskin SDM-nya. Ini momentum menata pembangunan Lingga lebih baik dimasa mendatang,” tutur Awe didepan forum dan rombongan LIPI dari Bogor yang hadir.

Lingga kata Awe, memiliki sumber daya kelautan, perikanan dan pertanian yang begitu menjanjikan. Dengan sentuhan teknologi yang nanti dibawa LIPI, dapat memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada begitu juga kesejahteraan masyarakat Lingga.

“Mudah-mudahan membawa manfaat dan safaat dari Allah SWT. Semua sejalan dengan potensi yang ada. Sumberdaya kelautan, perikanan dan pertanian sangat potensial juga misi kami menjadi lumbung padi dan pusat ketahanan pangan Kepri. Dibantu LIPI, harapan kami lahan tidur yang ada sekarang dapat termanfaatkan maksimal dengan rekayasa tekhnilogi dan hasil yang berlipat ganda,” sambungnya.

Sementara itu, Prof Dr Bambang Subianto, mengatakan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Lingga ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Pada hari ini, LIPI bukan hanya lembaga yang bergerak dibidang penelitian saja, namun lebih kepada arah penelitian dan pengembangan teknologi agar bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat secara luas.

Kunjungan perdananya ke Lingga, disampaikan Bambang saat perjalanan dari Batam ke Daik menggunakan feri, ia melihat Lingga begitu memiliki potensi besar.

“Dari Batam ke sini, saya lihat betapa banyak, besar potensi yang bisa kita kembangkan untuk sektor ekonomi. Harapan kami dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan dan ditumbuhkan LIPI, bisa berjalan dan mengembangakan prekonomian,” kata Bambang.

Selain itu, adanya kerjasama ini LIPI menghimbau kepada Pemkab Lingga baik Bupati maupun SKPD yang ada agar menyiapkan SDM yang bisa bekerjasama dengan LIPI untuk mentransferkan ilmunya. “Kami mohon, disiapkan SDM yang siap menerima transferan dari kita. Karena tidak mungkin orang-orang kita harus terus turun ke sini,” tambahnya.

Menurut Bambang, untuk pemanfaatan lahan pertanian penggunan pupuk di Lingga bisa digarap menggunakan pupuk non Kimia. Ia mencontohkan apa yang terjadi ditanah Jawa saat ini, kondisi tanah subur yang ada sudah tercemar akan pupuk kimia. Hal ini akan dilakukan LIPI dengan mencoba menerapkan teknologi yang ada.

Selain itu, untuk potensi perikanan, katanya LIPI telah memiliki teknologi pengalengan yang tentunya nanti bisa digarap di Lingga. Potensi perikanan di Lingga akan bisa dilakukan dengan maksimal.
“Target, dalam rangka dalam ketahanan pangan pertanian dan peternakan sangat bisa dikembangkan. Potensi, teknologi pengalengan ikan, dari sini nanti keluar proses pengolahan, di bidang perikanan. Mudah-mudahan bisa kita terapkan disini,” ungkapnya lagi.

Selain potensi SDA tersebut, Bambang juga mengatakan cerita panji atau cerita rakyat yang ada di Lingga juga bisa menjadi salah satu hal besar yang akan menjadi catatan dan ingatan dunia.

“Kita juga sedang melestarikan arsip dan mendaftarkan ke UNESCO. Mungkin ada cerita panji di sini yang bisa menjadi salah satu ingatan Dunia yang terdaftar di UNESCO,” ucap Bambang.

Untuk kerjasama ini, LIPI dengan Pemkab Lingga, LIPI membagi menjadi dua tim. “Tim pertama adalah tim sosial yang menggali keinginan masyarakat secara langsung. Jangan sampai berbeda dengan keinginan bupati. Harus di Singkronkan. Sedangkann tim yang kedua adalah melihat potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan. Sehingga kami di LIPI pusat bisa mencarikan teknologi yang sesuai,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar