Penyerapan DAK Kepri Masih Rendah

479
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang dengan beberapa pimpinan SKPD Pemprov Kepri. foto:humas pemprov
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang dengan beberapa pimpinan SKPD Pemprov Kepri. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepri, Sardison mengatakan penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2016 pada triwulan pertama masih rendah. Atas dasar itu, Sardison meminta kepada setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pemprov Kepri maupun Kabupaten/Kota untuk dapat mengotimalkan penyerapan DAK tersebut.

“Setelah kita akumulasikan secara keseluruhan, penyerapan DAK di Provinsi Kepri pada triwulan pertama ini masih rendah,” ujar Sardison, usai rapat evaluasi penyerapan DAK di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (11/5).

Menurutnya, optimalisasi DAK sampai akhir tahun nanti, menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk mengalokasikan DAK pada 2017 mendatang. Menyadari hal itu, kerjasama SKPD penerima DAK sangat diharapkan. Sehingga penyerapannya lebih besar dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

“Penyebabnya pertama adalah transisi kepemimpinan dan baru selesai Pilkada. Selain itu ada ULP di Kabupaten/Kota yang terlambat melaksanakan pelelangan. Bahkan di Lingga beberapa ULP mengundurkan diri. Tetapi pada bulan Maret, kondisinya sudah kembali normal,” jelasnya.

Disebutkannya juga, tindaklanjut dari Asistensi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, bahwa terkait dengan perencanaan usulan 2017, mencakup 10 bidang dan 29 sub bidang. Yakni bidang pendidikan, kesehatan, kedaulatan pangan, bidang perumahan dan air minum, bidang energi skala kecil, bidang kelautan dan perikanan. Selanjutnya adalah bidang infrastruktur pembangunan daerah, keehutanan, lingkungan hidup, transportasi, prasarana pemerintah daerah. Sarana dan prasarana perdagangan dan pariwisata.

“Artinya kita hanya bisa mengusulkan sesuai dengan menu yang sudah ditetapkan oleh Bappenas bersama Menteri Keuangan. Ini juga memberikan peluang bagi kita untuk mendapatkan DAK lebih besar lagi,” papar Sardison.

Masih kata Sardison, tahun ini, Kepri mendapatkan 1,6 triliun DAK dari pemerintah pusat. Dari jumlah tersebut sebesar Rp950 miliar adalah untuk kegiatan fisik. Jika dikalkulasikan dari jumlah DAK pusat yang nilainya hampir Rp200 triliun tersebut hanya 0,8 persen saja.

“Meskipun tahun ini juga mencakup 10 bidang, tetapi hanya ada 19 sub bidang. Untuk mendapatkan DAK lebih besar, syarat utamanya adalah kita harus optimalkan DAK yang ada dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan daerah,” tutup Sardison.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar