Al dan Musliha Jadi Duta Bahasa Indonesia Provinsi Kepri

1025
Pesona Indonesia
Al Mukhlis dan Musliha Wardana, dinobatkan sebagai Duta Bahasa 2016 setelah melalui seleksi yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Kamis (12/5) malam lalu. F. Fatih Muftih / Batam Pos.
Al Mukhlis dan Musliha Wardana, dinobatkan sebagai Duta Bahasa 2016 setelah melalui seleksi yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Kamis (12/5) malam lalu. F. Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Semangat mencintai Bahasa Indonesia disadari mesti ditanamkan sejak dini. Sebab itu, Kantor Bahasa Provinsi Kepri perlu pionir-pionir terdepan untuk menggiatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Diselanggarakanlah seleksi Duta Bahasa Indonesia 2016 yang berhasil menjaring 30 finalis untuk dikarantina selama empat hari di Hotel Comfort Tanjungpinang.

Di malam pungkasan, Kamis (12/5) kemarin, Al Mukhlis dan Musliha Wardana terpilih sebagai pasangan Duta Bahasa Indonesia 2016. Kepada keduanya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Dwi Sutana menitipkan kerja-kerja inovatif untuk menggiatkan semangat cinta Bahasa Indonesia. “Kami berhadap kepada pasangan duta bahasa yang terpilih dapat mengemban amanahnya dengan baik,” ucap Dwi.

Pemilihan duta bahasa merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap tahun. Setiap pasangan yang terpilih nantinya berhak mewakili Provinsi Kepri pada ajang seleksi Duta Bahasa Nasional. Tak lupa pula, sambung Dwi, kepada Al dan Musliha diminta terus meningkatkan kemampuan dan wawasan kebahasaannya untuk mempersiapkan keikutsertaannya di ajang yang lebih tinggi.

“Di tahun-tahun sebelumnya, pernah ada pasangan yang menjadi juara dua di tingkat nasional. Kami berharap, persiapan yang lebih matang mampu memberikan hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Afitri Susanti, perwakilan dewan juri berpesan kepada pasangan duta bahasa terpilih agar senantiasa mengajak masyarakat, dari kumpulan terkecil seperti lingkaran pertemanan, mulai membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan begitu, kata Afitri, secara tidak langsung, akan tumbuh kesadaran dan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia.

“Itulah mengapa duta bahasa itu mereka yang masih muda. Karena mereka masih punya banyak tenaga untuk bekerja dan berbuat. Satu lagi, mereka juga adalah anak muda yang punya kreativitas dalam bekerja,” ungkapnya.

Lantas, apa kata Al dan Musliha sebagai Duta Bahasa Indonesia 2016? Kedua mahasiswa UMRAH Tanjungpinang ini tak dapat menutupi kebungahannya. Namun, mereka sadar, menjadi duta bahasa bukan sekadar untuk bergaya. “Tapi di pundak kami, beban untuk mengajak masyarakat lebih gemar berbahasa Indonesia yang baik dan benar itu disematkan,” kata Al dan Musliha seiringan. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar