Cerita Rakyat Asli Lingga Berpeluang Masuk Memory of The Word UNESCO

1769
Pesona Indonesia
Prof Dr Bambang Subianto.
Prof Dr Bambang Subiyanto.

batampos.co.id – Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Bambang Subiyanto, mengatakan, cerita rakyat asli Indonesia berpeluang besar menjadi Ingatan Dunia (Memory of The Word). Termasuk cerita rakyat asli dari Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu untuk didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Hal tersebut diungkapkan Bambang saat penandatangan kerjasama antara LIPI dengan Pemkab Lingga, Kamis (12/5).

Saat ini, terang Bambang, LIPI sedang gencar melestarikan arsip. Hal tersebut guna, melestarikan warisan budaya yang mencerminkan keragaman bahasa dan budaya di dunia menjadi bagian dari ingatan manusia dari peradaban kuno dan modern.

“Kita lagi menggesa cerita Panji (cerita Rakyat dari Jawa Timur) untuk menjadi salah satu ingatan dunia. Mendaftarkannya ke UNESCO. Nanti bisa juga kalau ada arsip dari sini (Lingga) yang akan menjadi ingatan dunia,” ungkap Bambang di Balai Agung Junjungan Negri, Bandar Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga.

Dalam kesempatan datang ke Lingga, Bambang melihat potensi yang begitu besar. Wilayah kelautan Lingga menjanjikan untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan. Begitu juga lahan tidur untuk digarap pertanian dan peternakan.

Lewat kerjasama kedua belah pihak ini, tentunya LIPI tidak hanya fokus terhadap sumber daya alam (SDA). Namun menempatkan dua tim LIPI, untuk mengadakan penelitian langsung kepada masyarakat, menyingkronkan keinginan masyarakat Lingga dengan kepentingan pemerintah. Membangun sumber daya manusia (SDM). Selain itu, akan ada juga tim yang mengkaji SDA yang bisa dikembangkan.

Hal ini tentunya sejalan dengan wacana Kabupaten Lingga yang bergelar Bunda Tanah Melayu. Menjadikan Daik sebagai pusat Melayu semenanjung dan memiliki ribuan arsip dan ratusan judul manuskrip serta puluhan karya cetak yang pernah terbit di Lingga, melalui percetakan tertua di Nusantara yakni Rumah Cap Kerajaan. Adanya kerjasama ini, membuka simpul dan memberi celah warisan sejarah Lingga, sebagai Bundanya semenanjung melayu yang sememangnya kaya untuk diangkat kembali. Baik karya sastra, seni maupun arsip-arsip kerajaan Lingga yang banyak menumpuk di Museum Linggam Cahaya yang siap untuk dikaji lebih lanjut.

Ditempat yang sama, Bupati Lingga, Alias Wello mengharapkan adanya kerjasama LIPI dan Pemkab Lingga dapat memberikan manfaat yang besar-besarnya untuk masyarakat di Kabupaten Lingga.

“Mudah-mudahan kerjasama ini menjadi momentum. Membawa manfaat besar bagi Kabupaten Lingga,” tutup Awe. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar