Dari Tugu Jogja Menyebar ke Dunia untuk Bikin Keren Indonesia

1333
Pesona Indonesia
foto: yusuf hidayat / batam pos
foto: yusuf hidayat / batam pos

batampos.co.id – Salah satu titik di Jogja yang tak pernah sepi ialah Tugu Jogja. Makin malam suasana di sana makin hangat. Anak-anak muda berkumpul di sana untuk selfie. Ya hanya selfie.

Rasanya tak salah jika dibilang belum ke Jogja jika belum ke Tugu Jogja, sebuah landmark Jogja yang sangat kondang.

Tugu atau monunumen berdiri tepat di perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro.

Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Kini usianya sekira 3 abad.

Awalnya tugu ini berbentuk tiang silinder mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.

Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh.

Tahun 1889, Belanda merenovasinya. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan juga menjadi lebih rendah, hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu ini disebut juga sebagai De Toegoe of Witte Paal atau Tugu Pal Putih.

tugu3Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.

Coba tengok di google, sangat mudah mendapatkan gambar tugu Jogja. Sebab memang banyak yang berfoto di sana.

Meski terletak di perempatan pengendara sangat mengerti dengan aktivitas selfie di sana. Mereka tak laju, mencari celah untuk memberi kesempatan orang-orang berfoto.

Peluang bisnis pun muncul. Beberapa anak muda mengenakan aneka kostum menawarkan jasa sebagai figuran foto.

Pembuatan film pun kerap dilakukan di sini. Berdiri di perempatan ini seolah hari berhenti, tak mau pagi.

Beruntung, rombongan Press Gathering Telkomsel Area Sumatera 11 – 13 Mei 2016 menginap di hotel tak jauh dari tugu ini berada. Peserta pun bisa menikmati magnitude tugu pal putih ini. Tentu menjadi catatan tersendiri berada di tugu ini, sebuah catatan tambahan untuk semua perserta semangat #bikinkerenindonesia. 

Foto : Telkomsel Press Gathering Jogja Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati (tengah), Vice President Business Support Andry Firdiansyah (kiri) dan Vice President ICT Network Sumatera, Andrias Indra, di acara Press Gathering Area Sumatera bertajuk Jogjakartrack Bikin Keren Indonesia di Resto Lemah Ledok, Jogjakarta, Kamis (12/5) malam.  Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati (tengah), Vice President Business Support Andry Firdiansyah (kiri) dan Vice President ICT Network Sumatera, Andrias Indra, di acara Press Gathering Area Sumatera bertajuk Jogjakartrack Bikin Keren Indonesia di Resto Lemah Ledok, Jogjakarta, Kamis (12/5) malam.
Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Sebuah program Telkomsel untuk mengenalkan kekayaan Indonesia ke dunia luar. Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel pada kesempatan gala dinner di Lemah Ledok mengungkapkan saat ini melalui program Elang Nusa (Ekspedisi Langit Nusantara) merekam keindahan tanah air.

Dua buah drone berteknologi tinggi bernama Elang Barat dan Elang Timur terbang untuk merekam keindahan tanah air.

Hasil dari rekam gambar ini bisa disaksikan semua orang melalui video streaming di ponsel pintar mereka selama 30 hari pada tanggal 14 April – 14 Mei 2016 pada pukul 10.00 – 15.00 WIB.

Semua keindahan nusantara itu bisa terekam dari angkasa lalu disatukan bermodalkan satu koneksi dari Telkomsel, yang diperkuat koneksi 4G LTE.

“Hasil rekam gambar ini bukan untuk Telkomsel saja tetapi akan digunakan kementerian pariwiosata untuk memromosikan Indonesia ke mancanegara,” ujar Dita. (ptt)

Respon Anda?

komentar