Harga Emas Naik, Transaksi Penjualan Sepi

1725
Pesona Indonesia
Salah satu toko emas yang ada di kota Tanjungbalai Karimun, penjualan emas di Tanjungbalai Karimun sejak awal tahun 2016 mengalami kelesuan transaksi.foto:tri haryono
Salah satu toko emas yang ada di kota Tanjungbalai Karimun, penjualan emas di Tanjungbalai Karimun sejak awal tahun 2016 mengalami kelesuan transaksi.foto:tri haryono

batampos.co.id – Transaksi jual beli emas dengan berbagai model di toko-toko emas di Tanjungbalai Karimun, mengalami kelesuan sejak awal tahun 2016. Kalau pun ada calon pembeli yang datang, mereka sekadar melihat atau bertanya harga.

”Sepilah, sekarang dibanding tahun lalu. Orang datang hanya bertanya harga emas saja. Terutama terkait model emas seperti gelang, cincin, maupun kalung,” kata Dayat, pemilik toko emas, Jumat (13/5).

Begitu pula penjualan emas oleh masyarakat. Padahal sepekan, lanjutnya harga emas mengalami kenaikan harga jual Rp 535 per gram untuk 24 karat. Dengan kata lain, harga emas rata-rata naik, namun transaksi pembelian turun drastis dibanding tahun lalu dengan kondisi yang sama seperti saat ini. Dampak turunnya, penjualan emas dikarenakan pergerakan ekonomi di Karimun stagnan.

”Masyarakat yang jual juga tidak terlalu signifikan dibanding tahun lalu. Saya tanya teman-teman di kabupaten/kota di Kepri sama. Berarti menyeluruh penjualan emas turun,” ungkapnya.

Sementara salah seorang konsumen Santi mengungkapkan, dirinya hanya menanyakan harga emas saat ini. Sebab, dirinya akan menjual emas untuk persiapan anak yang akan masuk sekolah pada tahun ajaran baru nanti.

”Buat nambah anak sekolah ajaran baru aja bang. Pas harga naik, jadi saya jual aja perhiasan ini,” katanya sambil berlalu.

Pantauan di lapangan, dibeberapa toko emas di Tanjungbalai Karimun terlihat sepi dari konsumen. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar