Negeri Sembilan Akui Kebesaran Sejarah Melayu Kepri

1477
Pesona Indonesia
Husein Ahmad (kanan) bersalaman dengan ketua rombongan Persatuan Sejarah Malaysia, Cawangan Negeri Sembilan. foto:jailani/batampos
Husein Ahmad (kanan) bersalaman dengan ketua rombongan Persatuan Sejarah Malaysia, Cawangan Negeri Sembilan. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Persatuan Sejarah Malaysia, Cawangan Negeri Sembilan mengakui kebesaran sejarah melayu Kepulauan Riau yang tidak lain adalah Kerajaan Riau Lingga. Saat ini, Pemprov Kepri tengah memperjuangkan Penyengat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Word Culture Heritage atau Warisan Budaya Dunia dari Unesco.

Secara formal, Pemerintah Provinsi Kepri menerima kunjungan tamu dari Persatuan Sejarah Malaysia, Cawangan, Negeri Sembilan, Malaysia, Selasa (10/5) lalu di ruang rapat utama (Rupatama) Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang.

Rombongan tamu dari Persatuan Sejarah Malaysia, Cawangan, Negeri Sembilan ini diketuai oleh Datok Sudin bin Kamari dan Datin Nuraini. Kedatangan rombongan dari negeri jiran tersebut yang berjumlah 42 orang ini disambut oleh Staf Ahli Gubernur Kepri, Husein Ahmad.

“Mereka berkunjung ke Kepri bertujuan untuk melihat sendiri sejarah budaya Melayu lama serta bekas-bekas peninggalan budaya Melayu yang ada di sini,” ujar Husein Ahmad, Jumat (13/5)

Lebih lanjut katanya, pihaknya menyampaikan ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada rombongan atas kunjungannya ke Tanjungpinang. Husein Ahmad berharap silaturahmi ini terus terjalin dan pertemuan yang selanjutnya bisa membahas sejarah Melayu lebih luas lagi.

“Apalagi mereka sudah mengakui kebesaran sejarah Melayu yang ada di Provinsi Kepri. Tentu ini akan mempertegas kalau bahasa Melayu yang ada di Malaysia berasal dari Kepri,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, atas pengakuan tersebut sehingga wajar apabila Pemprov Kepri saat ini tengah berjuang untuk menjadikan Pulau Penyengat yang merupakan pusat Kerajaan Riau Lingga sebagai warisan budaya dunia. Perjuangan tersebut juga untuk mempertegas kalau bahasa persatuan negara ini, berasal dari bahasa Melayu di Kepri.

“Mudahan-mudahan yang kita perjuangkan bersama-sama saat ini, terjuwud. Sehingga Pulau Penyengat tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia di buku Unesco,” tutupnya.

Pada pertemuan lalu, dalam sambutannya Datok Sudin menyampaikan bahwa melalui kajian ekologi dia membenarkan jika budaya Melayu memang berasal dari Kepulauan Riau. Hal ini sekaligus membantah teori yg mengatakan bahwa Melayu berasal dari negeri China atau negara lainnya. Dalam pertemuan itu rombongan juga menampilkan persembahan khas Negeri Sembilan yaitu nyanyian Bongai yang ditampilkan oleh seniman lansia dari Negeri Sembilan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar