PSSI Tanjungpinang Mati Suri, Penggiat Sepakbola Minta Bantuan Plt Gubernur

723
Pesona Indonesia
Dua tim sepakbola saat berlatih Stadion Sulaiman Abdullah, beberapa waktu lalu.  foto:yusnadi/batampos
Dua tim sepakbola saat berlatih Stadion Sulaiman Abdullah, beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Penggiat olahraga sepakbola di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang meminta Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun turun tangan langsung dalam mengembangkan sepak bola di Tanjungpinang. Pasalnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tanjungpinang sudah tidak aktif lagi.

“Kami berharap dengan Bapak Nurdin jadi Gubernur, memberikan semangat baru bagi berkembangnya olahraga sepak bola di Tanjungpinang,” ujar Joko, penggiat Sepak Bola Tanjungpinang, Jumat (13/5).

Lebih lanjut katanya, selama ini kepala daerah yang ada kurang perhatian bagi perkembangan sepakbola di Tanjungpinang. Apalagi selama menjadi Bupati di Karimun, Nurdin tergolong kepala daerah yang peduli terhadap dunia sepak bola. Dikatakannya PSSI Tanjungpinang juga tidak memberikan pembinaan yang berkelanjutan bagi perkembangan sepak bola di Tanjungpinang.

“Dengan pengalamannya dalam mengembangkan YSK 757, kami yakin Pak Nurdin juga bisa membangkitkan sepak bola di Ibu Kota Provinsi Kepri ini,” jelasnya.

Penggiat sepak bola lainnya, Bambang juga mengakui hal serupa. Menurutnya, saat ini generasi muda peminat sepak bola di Tanjungpinang kurang semangat. Meskipun sering diberikan pelatihan dan pembinaan, tetapi tidak berkelanjutan. Tentu arahnnya juga menjadi tidak jelas.

“Tanjungpinang minim ruang gerak, sehingga perkembangan sepak bola seperti jalan ditempat. Kami juga berharap ada perhatian khusus dari Gubernur Kepri dalam hal ini,” ujar Bambang menambahkan.

Belum lama ini, Nurdin mengatakan di Pusat Pemerintah Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, akan di bangun stadion yang sekaligus menjadi sport centre Tanjungpinang. Menurut Kepala Bappeda Kepri, Stadion Dompak nanti kapasitasnya sekitar 40.000 tempat duduk.

“Detail Engineering Design (DED) nya sudah dirubah. Kebutuhan pembangunan mencapai sekitar Rp600 miliar. Di lokasi itu juga akan menjadi pusat cabang-cabang olahraga tingkat Provinsi Kepri,” jelas Nahar.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar