Rumah Lama Digusur, 29 Warga Busung Dapat Rumah Tipe 36 Seharga Rp 100 Juta

777
Pesona Indonesia
ilustrasi perumahan. Foto: istimewa
ilustrasi perumahan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) akan mendapatkan rumah tipe 36 dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI. Rumah gratis yang diberikan kepada warga Busung itu merupakan program rumah khusus yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 ini sebesar Rp 290 juta.

“Program rumah khusus itu anggarannya dari Kemenpupera. Kucuran dananya untuk satu unit rumah tipe 36 sebesar Rp 100 juta,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bintan, Ismail saat dikonfirmasi, Jumat (13/5).

Dari pendataannya, ada 29 warga Desa Busung yang sudah lama berdomisili di atas lahan seluas 65 Hektare (Ha) milik PT Surya Bangun Pertiwi (SBP), Lobam. Bahkan mereka sudah membangun rumah dengan kondisi yang sangat lumayan bagus atau diatas ekonomi menengah. Namun, mereka beserta rumah yang ditempati harus direlokasi dari lahan perusahaan tersebut, karena lahan itu akan dipergunakan untuk pembangunan Bandara Internasional Bintan Resort Airport (BRA). Cara yang akan ditempuh baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk melaksanakan relokasinya dengan melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun cara itu tak berjalan sesuai keinginan, dikarenakan kedua pemerintahan terkendala dengan ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Agar warga yang berada di lahan PT SBP bisa tetap direlokasi dan pembangunan Bandara Internasional BRA bisa berjalan lancar. Maka langkah satu-satunya dengan cara menjolok APBN yang dialokasikan Kemenpupera dalam program rumah khusus. Melalui program inilah mereka akan mendapat pengganti rumah yang lebih bagus atau sesuai dengan bentuk dan harganya. Dan rumah itu akan didirikan di atas lahan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah.

“Rumah mereka lumayan bagus semua. Jadi untuk merelokasinya butuh dana besar. Karena dana yang dibutuhkan sejalur dengan program dari Kemenpupera. Maka saat ini kita sedang berusaha keras untuk mendapatkannya,” katanya.

Untuk lahan yang dipergunakan dalam pembangun rumah bagi 29 warga itu sudah diselesaikannya. Sedangkan untuk merealisasikanya, ia sedang melakukan sebuah perjuangan dalam mendapatkan anggaran dari kementerian tersebut. Diakuinya perjuangan itu lumayan berat, sehingga dibuhkan dukungan dari instansi terkait agar perjuangannya membuahkan hasil.

“Kita tengah menggesa agar dana itu mengalir ke Bintan. Pastinya untuk mengaliri dana itu ke sini butuh perjuangan, jadi kita butuh dukungan semua pihak,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar