Pak Gubernur, Kapal Puskesmas Keliling Moro Tak Beroperasi sebab Tak Ada Biaya

1064
Pesona Indonesia
foto: polister saragih / batampos
foto: polister saragih / batampos

batampos.co.id – Kondisi kapal puskesmas keliling (Puskel) Moro, hanya tinggal menunggu kehancuran. Soalnya, kapal puskel itu sudah lama tak dioperasikan dan terikat di Sungai Gelugur, Moro. Hal itu disebabkan biaya operasionalnya cukup tinggi.

Makanya, kapal Puskel bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau senilai Rp1,3 miliar itu terpaksa naik dok tanpa perawatan mesin.

Hal ini dibenarkan Kepala Puskesmas Moro, dr Ridwan ketika dimintai konfirmasi terkait kondisi kapal puskesmas keliling (puskel) yang sudah lama naik dok tak pernah lagi dioperasikan untuk pelayanan kesehatan masyarakat hinterland.

”Memang benar kapal Puskel Moro itu sudah lama naik dok dan tidak dioperasikan. Selain biaya operasional cukup tinggi, dinilai kapal Puskel itu tak begitu signifikan dan efektif dalam pelayanan kesehatan masyarakat hinterland, artinya melihat geografis wilayah Kecamatan Moro yang pulau-pulaunya saling berdekatan dinilai lebih efektif menggunakan sarana angkutan laut bot pancung dengan biaya operasional kecil,’’ ujarnya, di Moro, kemarin (14/5).

Untuk itu, kata Ridwan lagi, untuk saat ini biaya operasional kapal puskel itu sudah tidak masuk dalam anggaran. Awalnya, meskipun kapal puskel itu naik dok, tapi masih dalam  perawatan mesin. Namun untuk saat ini karena biaya tidak ada lagi, makanya kapal puskel itu tak beroperasi. Ironisnya, kamar mesin yang terkunci dibobol maling hingga lima buah aki hilang dicuri.    .

Masalah ini sudah dilaporkan ke Pemprov Kepri, agar kapal puskel itu dapat ditarik kembali ke Pemprov Kepri, ketimbang terbiar begitu saja naik dok di Sungai Gelugur, Moro tersebut. Namun jawabannya kapal puskel itu diserahkan ke Pemkab Karimun. Ini tergantung pada Pemkab Karimun, apakah kapal puskel itu dapat dialihkan ke daerah lain yang membutuhkannya,kata Ridwan.

”Yang jelas, kapal puskel Moro itu sudah terbiar dan tak pernah lagi dioperasikan dalam pelayanan kesehatan masyarakat hinterland,’’ imbuhnya. (pst)

Respon Anda?

komentar