Anak Tewas Dibantai Massa, Ayah: Sedih, tapi…

1447
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: pixabay
Ilustrasi. Foto: pixabay

batampos.co.id – Indra (38), warga Jalan Nagur Gang Ulu Balang, Kelurahan Martoba, Siantar Utara yang diduga melakukan pencurian akhirnya tewas setelah mendapat perawatan medis, Senin (16/5) dini hari sekitar pukul 02.00 wib.

Usai dipastikan tidak bernyawa lagi, sekira pukul 07.00 WIB, Indra selanjutnya dievakuasi dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar ke Instalasi Jenazah rumah sakit tersebut guna dilakukan visum.

Ditemui di lokasi Instalasi Jenazah, Joni, (56), ayah Indra belum bisa berkomentar banyak terkait kejadian tersebut. Namun, ia mengaku sedih dengan kejadian yang menimpa anaknya itu.

“Sedih lah, tapi gimana mau kita bilang. Dia kita bilang benar nggak juga, salahnya. Biarlah polisi yang mengurus itu,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Indra memang tidak memiliki pekerjaan tetap. “Kerjanya supir tapi nggak supir tetap gitu. Sudah menikah dia ini. Dua anaknya,” ungkap warga Jalan Medan, Kelurahan Kebun Sayur, Siantar Martoba ini sembari berlalu.

Dan sekira pukul 12.00 WIB, proses visum terhadap Indra pun selesai. Oleh keluarganya, jenazah Indra pun dibawa ke Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun untuk disemayamkan.

Untuk diketahui, Indra tertangkap basah ketika hendak melancarkan aksi pencurian di rumah Supriono, salah satu rumah warga di Nagori Karang Sari, tepatnya di Simpang Silalahi, Simalungun, Senin (16/5) sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu, Indra masih berusaha membuka paksa pintu rumah tersebut.

Namun, aksinya dipergoki oleh Supriono. Usai memergoki Indra, Supriono kemudian berteriak hingga mengundang perhatian warga. Mendengar teriakan itu, warga kemudian berdatangan.

Indra ditangkap dan menjadi bulan-bulanan massa. Indra beraksi bersama dua orang temannya yang lain. Sayangnya, kedua teman Indra berhasil melarikan diri dari amukan warga. (jpg)

Respon Anda?

komentar