Bawa 10 Kg Sabu, Pasutri Diringkus BNN

1829
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pasangan suami istri (Pasutri) Syahril alias Ucok, dan Rika Fitri Yanti, warga Kecamatan Meral, Tanjungbalai Karimun, ditangkap Badan Nasional Narkotika (BNN) pusat Minggu (8/5) di salah satu SPBU yang tidak jauh dari Pelabuhan Merak, Banten. Mereka diamankan  karena kedapatan membawa 10,2 kilogram (kg) sabu. Selain itu, juga diamankan 7 orang lainnya.

Syahril yang akrab dipanggil Ucok, sudah lama tinggal di Karimun. Ia (Syahril) sehari-harinya dikenal sebagai sopir taksi yang mangkal di Pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjungbalai Karimun. Sedangkan istrinya bekerja di kantor unit pegadaian di Kecamatan Meral.

Kabar penangkapan kedua warga Karimun oleh BNN pusat ini dibenarkan oleh pegiat anti narkoba sekaligus Ketua Koperasi taksi, ojek dan becak Karimun (Koptakobek), Jhon Veto Yuna, Minggu (15/5).

”Mengenai penangkapan terhadap Ucok dan istrinya, sangat mengejutkan kami. Kok bisa seperti itu. Apalagi barang bukti yang disita dari dalam mobilnya sebanyak itu sampai 10 kg,” ujar Jhon.

Jhon berharap jangan ada lagi warga Karimun yang terlibat narkoba, apalagi sampai masuk ke dalam jaringan internasional.

Di tempat terpisah,  Kepala Cabang Kantor Pegadaian Tanjungbalai Karimun, Wendi, membenarkan jika Rika Fitri Yanti yang diamankan BNN bersama suaminya, merupakan pegawai pegadaian yang sehari-hari bertugas sebagai kasir.

”Yang bersangkutan (Rika Fitri Yanti, red) merupakan pegawai dengan grade 4 dan bertugas sebagai kasir. Dan saya melihat dalam kehidupan sehariannya biasa saja,” ujar Wendi.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, BNN pada pekan lalu, menangkap sembilan orang sindikat pengedar sabu secara terpisah dengan total barang bukti 54,2 kg sabu dan juga lebih dari 40 ribu butir pil esktasi yang berasal dari Malaysia. (san)

Respon Anda?

komentar