BC Sarankan Bupati Karimun Impor Beras

678
Pesona Indonesia
Larangan impr beras memicu marakya penyelundupan beras di Kepri. Foto: yashinta/batampos
Larangan impor beras memicu maraknya penyelundupan beras di Kepri. Foto: yashinta/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri, R Evy Suhartantyo menyarankan Bupati agar mengajukan izin impor beras kepada Gubernur Kepri.

Hal itu untuk mengantisipasi kekurangan pasokan beras di wilayah Kabupaten Karimun. Terlebih menjelang bulan suci Ramadan, dan lebaran yang kebutuhan akan beras meningkat.

”Jadi kalau Bupati sudah menyurati ke Gubernur Kepri, maka Gubernur Kepri akan menindaklanjutinya. Nah, disitulah sebagai dasar kita untuk membahas di tingkat pemerintah pusat,” jelasnya saat di jumpai di kantor DJBC Kepri Meral, beberapa waktu lalu.

Pihaknya, tidak menutup mata terhadap pasokan beras lokal di Kabupaten Karimun khususnya maupun di Kepri pada umumnya yang sangat kurang untuk kebutuhan masyarakat setiap bulannya.

Berdasarkan, data yang dimilikinya, saat ini kebutuhan beras Karimun dalam satu bulan dipasok oleh 4 kapal berkapasitas 15 ton setiap kapal, sehingga total pasokan beras dalam satu bulan 60 ton.

Mengingatkan, pasokan beras 60 ton tersebut, hanya cukup untuk kebutuhan sepertiga masyarakat. Sedangkan, Pemerintah Pusat hingga saat ini belum ada mengeluarkan kebijakan terhadap kuota impor beras diwilayah perbatasan termasuk Kepri. Seperti di kabupaten/kota Bintan, Natuna, Anambas atau Lingga maupun Karimun.

”Penindakan terhadap penyelundupan beras akhir-akhir ini sedikit berkurang. Kami memperketat pengawasan dengan mengintensifkan kegiatan patroli untuk mencegah penyelundupan,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Usaha Kecil dan Menengah Karmun Muhammad Habis mengungkapkan, untuk sementara stok beras hingga saat ini masih mencukupi. Namun, tidak dapat disangkal terjadi kenaikan harga dari sebelumnya. Sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogramnya.

”Kalau stok beras cukuplah. Hingga menjelang puasa nanti, ” jelasnya.

Namun, menjelang puasa nanti akan dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait bersama Bupati Karimun. Tujuannya, untuk mengantisipasi pasokan sembako menjelang puasa, selama puasa dan menjelang lebaran nanti.

”Dalam minggu inilah kita akan adakan rapat. Termasuk distributor sembako,” ucapnya.

Sedangkan, kuota beras impor pihaknya (Pemda Karimun-red) sudah mengusulkan ke Gubernur Kepri beberapa bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban. Mengingat, kebijakan kuota beras impor ada ditangan pusat untuk menentukan.

”Kalau kuota beras impor tergantung Pusatlah. Intinya, kita harus mengantisipasi pasokan sembako disaat puasa dan lebaran tahun ini,” kata Hasbi lagi.

Dan pihaknya, hanya mengandalkan stok beras dari Bulog. ”Beras dari bulog di gudang banyak. Tapi itu tetap belum mencukupilah,” singkatnya. (tri/bp)

Respon Anda?

komentar