Gerakan Peduli Uang Logam dan Uang Lusuh

1202
Pesona Indonesia
Sunarti, 34, menunjukkan uang yang dia tukar dari pecahan koin menjadi pecahan 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribuan dari Bank Indonesia yang mengadakan peduli koin dan uang kertas lusuh di Jalan Imam Bonjol, nagoya, Lubukbaja, Minggu (15/5). F Dalil Harahap/Batam Pos
Sunarti, 34, menunjukkan uang yang dia tukar dari pecahan koin menjadi pecahan 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribuan dari Bank Indonesia yang mengadakan peduli koin dan uang kertas lusuh di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Lubukbaja, Minggu (15/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau bekerja sama dengan perbankan di Batam, Pemerintah Kota Batam, Dinas Perhubungan, dan Fingerfast Laboratory mencanangkan ”Gerakan Peduli Koin Rupiah dan Uang Kertas Lusuh” pada Minggu (15/5/2016) di acara Batam Car Free Day, Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Batam.

Gerakan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pelaksanaan misi Bank Indonesia, khususnya terkait Clean Money Policy, menarik uang logam yang disimpan oleh masyarakat serta menarik uang lusuh dari masyarakat untuk ditukarkan dengan uang layak edar ke Bank Indonesia.

Selain itu, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi uang logam sebagai alat transaksi yang sah dan masih berlaku sebagaimana uang kertas, sarana edukasi kepada masyarakat tentang keaslian uang Rupiah, cara memperlakukan uang rupiah, dan kewajiban penggunaan rupiah.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Lector E Tapiheru, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Amir Hakim H. Siregar  Sp.OG., Kepala Kantor Wilayah Kepulauan Riau Bank Indonesia, Gusti Raizal Eka Putra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Pemerintah Kota Batam, Rudi Sakyakirti, dan Kepala Seluruh Pimpinan Bank di Kepulauan Riau.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan uang pecahan kecil/koin dalam kegiatan transaksi, dan mendorong pula agar pedagang/peritel pun memiliki budaya yang sama dan bertanggung jawab dalam memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang bukan bentuk lainnya saat bertransaksi.

Pelaksanaan ”Gerakan Peduli Koin dan Penukaran Uang Lusuh Rupiah” ini mencakup kegiatan penarikan uang logam yang tersimpan di masyarakat dan penukaran uang kertas lusuh, sosialisasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara memperlakukan uang Rupiah, kewajiban penggunaan Rupiah dan pelayanan kas keliling yang pelaksanaannya bersamaan dengan acara Batam Car Free Day.

Dalam rangka mengubah perilaku menyimpan (hoarding) masyarakat terhadap keberadaan uang logam, dalam kegiatan ini akan diinformasikan juga bahwa uang logam tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI.

Untuk menghimpun uang logam yang tidak digunakan oleh masyarakat, selain diselenggarakan penukaran uang logam kepada masyarakat yang menukarkan uang logam minimal Rp 100 ribu akan disediakan hadiah menarik yang akan diundi.

Adanya kecenderungan masyarakat untuk “menyimpan” uang logam/koin (hoarding) dengan tidak membelanjakan uang logam tersebut, menyebabkan terhambatnya perputaran uang logam menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan uang logam sepanjang tahun. Keengganan masyarakat untuk menggunakan kembali uang logamnya karena berkembangnya perilaku hoarding (menumpuk uang logam) oleh masyarakat.

Sementara itu, gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan respon yang positif dalam kepedulian akan pentingnya perlindungan konsumen mengingat banyaknya keluhan atau pengaduan konsumen terkait pengembalian sisa uang belanja transaksi dalam bentuk permen/barang lainnya atau sumbangan yang tercantum dalam struk belanja.

Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri akan terus berkoordinasi dengan seluruh Perbankan di Kepri, mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat sesuai fungsinya masing-masing dalam memberikan perlindungan kepada konsumen dan menciptakan pelaku usaha yang profesional, sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi semua pihak.

Kepedulian seluruh masyarakat terhadap gerakan ini akan sangat membantu dalam menekan kebutuhan penyediaan koin baru untuk kelancaran transaksi. Koin yang saat ini ada di masyarakat yang tersimpan di tempat-tempat tertentu memang kecil nilainya, namun akan besar manfaatnya untuk mendorong kelancaran transaksi pembayaran tunai.

”Melalui Gerakan Peduli Koin Rupiah dan Uang Kertas Lusuh ini diimbau pula agar masyarakat tidak lagi menyimpan uang koin tersebut tetapi menggunakannnya untuk bertransaksi,” kata Ammar Satria, penggagas acara ini.

Dalam peluncuran kemarin, kegiatan ini juga dimeriahkan  Batamorcheska, Teater Bumi Batam, Feedback Batam, dan Games menarik lainya, serta souvenir dan hadiah menarik lainnya yang diundi. (cr12/bp)

Respon Anda?

komentar