Kapolri: Ada Terduga Teroris Jadi Penumpang Lion yang Tak Melalui Imigrasi

694
Pesona Indonesia
Lion Air mendarat di Bandara Soetta Cengkareng. Foto: tempo.co
Lion Air mendarat di Bandara Soetta Cengkareng. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Lolosnya para penumpang Lion Air JT 161 dari Singapura di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tanpa pemeriksaan imigrasi pada 10 Mei 2016 lalu sempat membuat Kapolri Jenderal Badroedin Haiti cemas. Pasalnya, ada terduga teroris suku Uighur asal Tiongkok dari beberapa penumpang tersebut.

“Dua hari yang lalu tertangkap Imigrasi. Dia sudah menggunakan identitas Indonesia,” kata Badrodin di Mabes Polri, Senin (16/5/2016).

Menurutnya, Polri terus mendalami kasus itu. Sebab, jangan sampai Indonesia kebobolan karena ada teroris masuk.

“Tentu akan kami dalami kenapa masuk ke Indonesia. Apakah termasuk dalam kelompok jaringan terorisme atau tidak,” sambungnya.

Namun saat ditanya apakah kesalahan itu ada pada pihak Lion Air, Badrodin belum bisa memastikannya. Sebab, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus mendalaminya.

“Mungkin saja itu (kesalahan di pihak Lion Air, red). Tapi sedang kita dalami,” tegasnya.

Sebelumnya, masalah itu terungkap dari media sosial. Pemilik akun Zara Zettira di Facebook mengisahkan ketika putrinya yang bernama Natalie tiba dari Singapura di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 Mei 2016 pukul 19.35 dengan pesawat Lion Air JT 161.

Namun, pesawat itu tidak mendarat di Terminal II sebagaimana lazimnya penerbangan internasional. Sebab, pesawat berlogo kepala singa bersayap itu merapat di Terminal I yang biasanya untuk penerbangan domestik.

“Anak saya dan penumpang warga negara asing tidak diarahkan oleh petugas gound crew Lion Air untuk cap paspor imigrasi yang seharusnya menjadi protokol wajib bagi airlines yang berasal dari luar negeri,” tulisnya. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar