Manuver Luhut di Munaslub Golkar, Ada Tugas Khusus dari Jokowi?

537
Pesona Indonesia
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Foto: istimewa
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Manuver Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan masih kuat di arena Musyawarah Nasional Luar Biasa.

Mengaku memanfaatkan waktu liburnya, Luhut, terlihat beraktivitas di sekitar kawasan Nusa Dua Bali, Minggu (15/5/2016). Tak hanya itu, Luhut juga melakukan pertemuan dengan sejumlah bakal calon ketua umum Partai Golkar.

Seharian kemarin, Luhut tercatat bertemu dengan tiga bakal caketum, yakni Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, dan Indra Bambang Utoyo. Pertemuan ketiganya dilakukan secara terpisah.Novanto ditemui saat makan siang, Priyo dan Indra ditemui secara terpisah pada sore harinya.

Saat ditemui wartawan, Luhut membantah bahwa dirinya berada di Bali atas perintah Presiden Joko Widodo. ”Gak ada, pak Jokowi tugas, sekarang kan hari Minggu,” kata Luhut.

Luhut kemudian menanggapi candaan Presiden Jokowi terkait pertemuannya mengundang sejumlah DPD Golkar. Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu tidak membantah pernyataan Presiden. Namun, dia menegaskan bahwa pertemuan itu dilakukan sebagai salah satu orang Golkar.

”Kan saya orang Golkar, boleh dong milih si fulan pribadi, atau membawa pesan-pesan Presiden boleh saja,” ujarnya.

Ditanya lebih lanjut pesan Presiden yang dia maksud, Luhut menyatakan bahwa siapapun bakal caketum Golkar yang terpilih, Presiden tidak memiliki masalah. Hanya saja, ada catatan tambahan terkait posisi bakal caketum yang nampaknya menyasar pada bakal calon tertentu.

”Hanya beliau tidak nyaman kalau rangkap jabatan, karena beliau di kabinet kan nggak mau ada rangkap-rangkap jabatan, walaupun dia bukan memteri kabinet, itu saja sih,” ujarnya.

Dalam hal ini, Luhut meyakini posisi ketua umum Partai Golkar saat ini, Aburizal Bakrie juga sejalan dengan posisi Presiden. Namun, yang terpenting, lanjut Luhut, pemilihan bakal caketum Golkar bisa berjalan demokratis. ”Gak boleh power-poweran,” ujarnya.

Luhut juga angkat bicara terkait sistem pemilihan terbuka yang ditolak. Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana sikap akhir nanti. Jika memang forum meminta terbuka, maka sistem pemilihan caketum Golkar harus terbuka. Sebaliknya juga jika forum akhirnya tetap memilih tertutup.

”Asal jangan dipaksain, kalau di AD/Art boleh dan floor memutuskan ya kan demokratis,” ujarnya.

Luhut memastikan akan tetap di Bali sampai proses Munaslub usai. Menurut dia, pertemuan dengan bakal caketum tidak hanya dilakukan kepada tiga bakal caketum yang disebut sebelumnya.

”Semua dipanggil kok, tadi sama pak Priyo, terus siapa lagi, tanya progressnya gimana. Saya berpesan pemilihan itu jangan tidak gentle,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Priyo tidak membantah adanya pertemuan itu. Menurut dia, pertemuan informal itu hanya berisi bincang-bincang terkait pelaksanaan Munas. Luhut berpesan agar Munaslub bisa berjalan lancar dan sukses.

”Saya lebih banyak mendengarkan padangan dia sebagai senior,” kata Priyo.

Menurut Priyo, setelah bertemu Luhut, dirinya merasa makin mantap dalam tekadnya maju sebagai bakal caketum. Menurut Priyo, komitmennya untuk maju adalah demi proses rekonsiliasi di tubuh Partai Golkar.

”Komitmen saya adalah memastikan Golkar bergabung dengan pemerintah,” ujarnya.

Priyo juga mendengarkan pernyataan Luhut terkait pernyataan Presiden yang tidak begitu suka dengan bakal calon yang merangkap jabatan. Namun, Priyo mengaku tidak memberikan respon atas pernyataan itu. ”Saya lebih banyak tidak mencoba menafsirkan maksud beliau,” ujarnya. (bay/byu/jpgrup) 

Respon Anda?

komentar