Pembangunan Gudang Logistik Anambas Mandeg

847
Pesona Indonesia

gudangbatampos.co.id – Pembangunan Gudang Logistik Daerah yang ada di Tanjung Momomg, Tarempa diprediksi mengalami kerugian besar. Pasalnya pembangunan gudang yang baru selesai sekitar 8,7 persen itu diperkirakan tidak bisa dimanfaatkan.

“Kalau tidak dilanjutkan lagi pembangunannya, itu berarti bangunan tidak akan bisa difungsikan, dan tidak ada gunanya dibangun,” ujar salah seorang warga Tarempa, Ardi Jumat (13/5) siang.

Menurutnya pemerintah harus tetap melanjutkan pembangunan itu, supaya gudang pemerintah sendiri memiliki Gudang Logistik Daerah yang dapat membantu menyimpan stok sembako. Apabila sembako stoknya tercukupi, otomatis mampu mengontrol harga barang di Anambas, khususnya di Tarempa.

”Ini sudah mendekati puasa dan tidak lama lagi lebaran, biasanya pada saat-saat yang seperti ini akan ada lonjakan harga barang dengan alasan barang langka,” terangnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Linda Maryati sebelumnya mengatakan, pihaknya tidak bisa melanjutkan pembangunan gudang itu. Alasannya terhalang dengan terbitnya Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang bangunan gedung.

”Di sepanjang jalan menuju Tanjung Momong tidak boleh dibangun. Jika mau dilanjutkan, gudang harus dibangun di tempat lain yang lokasinya dekat dengan pelabuhan,” kata Linda.

Meski sebelumnya ada wacana pindah tempat, tak mudah untuk itu. Harus ada beberapa mekanisme yang dilakukan termasuk harus koordinasi dengan pihak Kementerian. Belum lagi tempatnya juga harus strategis, minimal ada pelabuhan untuk akses menuju gudang.

Di sisi lain, untuk mengatasi kerugian yang besar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPK. Jika memang pembangunan gudang dipindah, maka pembangunan yang baru beberapa persen itu harus di alih fungsikan. “Kita sudah konsultasi dengan BPK dan itu dibolehkan,” ungkapnya.

Linda menambahkan, bangunan yang tidak selesai itu tetap diakui pemerintah dan menjadi aset pemerintah.

Sebelumnya, Pembangunan gudang Non Sistem Resi Gudang (NSRG) atau Gudang Logistik Daerah yang ada di Tanjung Momong Tarempa dipastikan tidak selesai tahun ini. Pembangunan gudang yang memakan biaya sebesar Rp5.228.968.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, hingga kini diperkirakan baru selesai kurang lebih 5 persen. Sementara sisa waktu kerja hanya tinggal kurang lebih 40 hari ke depan. Kontrak kerja akan yang dimulai pada 14 September lalu, akan habis pada 22 Desember mendatang. Jika dihitung maka tinggal menyisakan sekitar 40 hari kerja.

Dengan waktu yang cukup singkat itu seharusnya pihak perusahaan wajib menggesa pembangunan gudang itu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di lokasi kerja justru tidak terlihat ada aktivitas apapun. Di lokasi juga tidak ada satupun pekerja menjalankan aktivitasnya.

Progres pekerjaan di lapangan tersebut sangat tidak sebanding dengan uang yang sudah dicairkan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. SKPD terkait dalam hal ini Disperindagkop sudah mencairkan uang sebanyak 20 persen dari nilai kontrak kerja atau sekitar Rp1,04 miliar.

Karena uang sudah dicairkan sebanyak 20 persen, sementara itu aktivitas di lapangan juga tidak ada lagi, maka sempat mencuat isu santer, direktur perusahaan membawa lari uang pencairan itu. (sya)

Respon Anda?

komentar