Pembunuh Si Cantik Eno Pakai Gagang Cangkul Ternyata Pelajar SMP

8640
Pesona Indonesia
Eno Fahira, korban pembunuhan. Foto: istimewa
Eno Fahira, korban pembunuhan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pembunuh si cantik Eno Fahira, karyawan pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang, ternyata pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 15 tahun berinisial RA.

Polisi telah menangkap dan menetapkan RA sebagai tersangka. Namun RA diduga tak beraksi sendiri. Ia diduga dibantu oleh IP dan R dalam pembunuhan sadis itu, sehingga polisi juga mengamankan keduanya.

Penetapan tersangka dilakukan Tim gabungan Polda Metro Jaya itu terdiri dari Unit V Subdit 3/Resmob Dit Reskrimum dipimpin Kompol Handik Zusen, Unit IV Subdit 3/Resmob Dit Reskrimum dipimpin Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Unit III Subdit IV/Jatanras Dit Reskrimum dipimpin Kompol Awaludin Amin.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti, sepotong kaos oblong hitam, celana pendek jeans tersangka, sandal jepit, dan handphone milik tersangka. Ada juga sebuah ponsel milik korban.

Selama pemeriksaan diperoleh keterangan sementara, peristiwa bermula pada Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. RA mendatangi mess Eno di Kampung Jatimulya, RT 01/RW 04, Desa Jatimulya, Kosambi, Tangerang.

Di dalam mess korban, RA dan Eno berbincang karena saling kenal. Namun RA ternyata punya niat ingin menyetubuhi korban, namun Eno menolak.

RA lantas keluar kamar meninggalkan Eno. Namun, tak lama kemudian, kembali masuk ke dalam mess bersama dua temannya. Eno lantas disiksa, ditelanjangi, dan dibunuh secara sadis menggunakan pacul.

Pacul itu didapatkan tersangka di luar kamar setelah mencari pisau, tapi tak menemukan. Kemudian menyuruh kedua temannya untuk mengangkat kedua korban dan menusukan gagang pacul ke alat vital korban.

Para tersangka lantas meninggalkan mess dengan membawa ponsel korban. Mayat Eno ditemukan teman pabriknya pada Jumat, 13 Mei 2016. Eno Fahira ditemukan dalam posisi telentang tanpa busana, hanya ditutupi bantal dan pakaiannya. Di kemaluanya tertancap gagang cangkul.

Polisi bergera cepat. Pada Minggu pagi, Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya mengamankan teman dekatnya yang akhirnya diketahui punya hubungan khusus.

”Sejak ditangkap pukul 3 pagi (Minggu), terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Awalnya mengaku melakukan sendiri, kemudian berubah melakukan berdua,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo kepada wartawan.

Polisi masih terus mengumpulkan keterangan tersangka , termasuk kemungkinan Eno Fahira diperkosa sebelum dibunuh secara sadis. (kan/ps/par/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar