Ratusan Titik Kios Liar Belum Digusur

977
Pesona Indonesia
Deretan kios liar masih menjamur dan tumbuh subur di kawasan Jodoh, Minggu (15/5). Pemko Batam akan membongkar paksa didaerah Jodoh dan Nagoya target berikutnya.  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Deretan kios liar masih menjamur dan tumbuh subur di kawasan Jodoh, Minggu (15/5). Pemko Batam akan membongkar paksa didaerah Jodoh dan Nagoya target berikutnya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu masih fokus penertiban di wilayah Batamcenter. Tak heran, hingga saat ini kios-kios liar masih menjamur di daerah-derah seperti Batuaji, Sagulung, dan Jodoh-Nagoya.

Di dua wilayahnya terdapat ratusan titik bangunan kios liar. Misalnya, di sepanjangan Jalan R Suprapto dan Brigjen Katamso, Batuaji terdapat sekitar 150-an titik kios liar dengan jumlah bangunan liar yang mencapai seribuan unit. Jarak lokasi dari satu titik ke titik lainnya hanya hitungan puluhan meter. Satu titik bisa mencapai 10 hingga 20 unit kios liar.

Pemandangan kios liar sudah terlihat dari Mukakuning, Simpang Barelang hingga ke jalan depan kawasan SP Plaza. Beberapa di antaranya sudah berbentuk bangunan permanen seperti ruko dan pujasera. Selanjutnya mulai dari Simpang Puteri Hijau hingga ke Simpang Basecamp total mencapai 500-an unit kios dan bangunan liar, seperti di depan Puskopkar dan Pasar Melayu.

Berikutnya di sepanjang jalan Marina mulai dari Simpang Basecamp hingga ke Simpang Polsek Batuaji serta dari Simpang Basecamp hingga ke kawasan galangan kapal di Tanjunguncang. Bahkan, sepanjang jalan dari Simpang Basecamp hingga Tanjunguncang, semua titik pinggir jalan dipenuhi dengan bangunan kios liar. Bahkan beberapa di antaranya yang dijadikan lokasi kafe remang-remang yang kerap menimbukan keributan di malam hari.

Titik kios liar lainnya juga terlihat di sepanjang jalan raya dari Simpang Basecamp Batuaji menuju ke arah Sekupang. Ada ratusan unit rumah dan kios liar yang berdiri di lokasi pinggir jalan. Parahnya lagi di lokasi itu bangunan dan kios liar berdiri di lokasi lahan yang diperuntukan untuk jalur jalan dua arah dan sampai saat ini masih belum tersentuh sama sekali.

Para pemilik kios dan bangunan liar mengaku masih tetap bertahan hingga terjadi penertiban. ”Peringatan pun belum ada, ngapain kami bongkar,” kata Andre salah satu pemilik kios liar di Batuaji.

Sementara itu, ratusan kios liar yang berada di wilayah Sagulung, seperti di Jalan Raya Trans Barelang, keberadaannya merusak destinasi wisata. Ratusan kios liar terdapat di Simpang Tembesi, di sana ada sekitar 83 unit kios berjejer di bagian kiri dan kanan bahu jalan. Tidak jauh dari lokasi itu keberadaan kios liar juga terdapat di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, ada sekitar 41 unit kios yang sudah berdiri kokoh.

Keberadaan kios tersebut sangat merusak keindahaan jalan menuju lokasi wisata, apalagi Kota Batam selalu dikunjugi oleh wisatawan dari luar kota maupun mancanegara. ”Kalau keberadaan kios itu dibiarkan, sama saja merusak citra Batam,” ujar Saleh, warga Tembesi, kemarin. (she/eja/cr14)

Respon Anda?

komentar