Rp 400 M untuk Bangun Stadion Kapasitas 40 Ribu Tempat Duduk di Dompak

4335
Pesona Indonesia

maket-stadion-dompakbatampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepri, Naharuddin mengatakan Pemprov Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri akan merubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan Stadion Dompak. Diperkirakan dengan DED baru menghabiskan anggaran pembangunan sekitar Rp 400 miliar.

”DED yang ada sekarangkan kapasitas perencanaanya sangat besar yakni hampir Rp 900 miliar. Sehingga perlu direview lagi DED yang ada,” ujar Naharuddin di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang belum lama ini.

Dijelaskannya, stadion dirancang untuk 30 ribu sampai 40 kursi. Jika anggaran memungkinkan, maka pembangunan bisa dimulai 2017. Namun, apabila anggaran belum memungkinkan, pembangunannya tidak dilakukan tahun depan. Besarnya anggaran yang terserap pembangunannya dilakukan secara tahun jamak atau multiyears.

”Pastinya akan kita bahas dulu dengan dewan apabila sudah ada rencana memulai pembangunan,” jelas Mantan Kadispenda Provinsi Kepri tersebut.

Selain stadion, akan dibangun sejumlah perkantoran organisasi olahraga seperti PSSI dan organisasi olahraga lainnya. Stadion dirancang bertaraf internasional mengingat Kepri merupakan daerah yang dekat dengan negara tetangga. Sehingga, klub bola Malaka, Selangor, Malaysia, Singapura dan lainnya bisa bertanding di Tanjungpinang. Pembangunan stadion ini sudah pernah juga disampaikan Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat membuka Popda di Batam beberapa pekan lalu. Nurdin pun berusaha mewujudkannya.

”Saat ini maket stadion tersebut sudah selesai dibuat dan diletakkan di lantai dasar gedung utama Kantor Gubernur Kepri di Dompak. Masyarakat bisa melihat maket tersebut. Sesuai maket yang ada, stadion bernuansa Melayu,” papar Nahar.

Menurut Nahar, lokasi pembangunannya sudah ditentukan yakni kompleks sarana olahraga di Dompak. RTRW Kepri juga sudah ada dan disiapkan komplek olahraga. Saat ini, Pemprov Kepri sedang mengagas Tanjungpinang menjadi sport tourism.

”Selain stadion dan perkantoran organisasi olahraga, akan dibangun juga kolam renang bertaraf internasional, lapangan takraw, lapangan voli dan lapangan tenis. Pembangunan kolam renang belum bisa dilakukan karena terkendala air,” tutup Nahar. ***

Respon Anda?

komentar