Setiap Musim Penghujan, 9 Desa Ini Selalu Tergenang

635
Pesona Indonesia
Desa Taba Tarunjam, Kecamatan Karang Tinggi yang merupakan salah satu desa langganan banjir saat musim penghujan. Foto: bengkulu Ekspres/jpg
Desa Taba Tarunjam, Kecamatan Karang Tinggi yang merupakan salah satu desa langganan banjir saat musim penghujan. Foto: bengkulu Ekspres/jpg

batampos.co.id – Sedikitnya sembilan desa di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menjadi langganan banjir selama ini. Sembilan desa tersebut merupakan berlokasi di dataran rendah dan di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng merincikan tiga desa ada Kecamatan Pondok Kelapa, yakni Desa Pagar Dewa, Desa Sidodadi dan Desa Sri Kuncoro.

Selanjutnya Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Desa Talang Empat dan Desa Taba Tarunjam Kecamatan Karang Tinggi, Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang, Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung dan Desa Air Napal.

“Setiap musim penghujan, 9 desa itu menjadi langganan banjir. Terutama saat hujan deras dan terjadi dalam beberapa hari, tak sedikit rumah dan area persawahan warga juga terendam air,” kata Sekretaris BPBD Abdul Razak ST seperti dikutip dari BE (Jawa Pos Group), Minggu (15/5) kemarin.

Manan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Benteng ini mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan pihaknya untuk menanggulangi serta pencegahan.

“Sejumlah desa yang menjadi langganan banjir ini sebagian telah kita tanggulangi sehingga banjir tak langsung masuk ke perkampungan warga saat air mulai membesar, sebab sebagian besar desa tersebut memang berada di tepi sungai. Seperti yang ada di desa Rindu Hati, kita telah melakukan pemasangan bronjong penahan air sungai, sehingga luapan air tak langsung menuju rumah warga,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Razak, pihaknya tentu akan terus melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Benteng guna mencari solusi agar saluran atau drainase air bisa berjalan lancar.

Pun begitu, dengan keterbatasan dana, pembangunan beronjong di sekitar DAS tak bisa dilakukan secara sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas masing-masing desa.

“Kita akan melakukan peninjauan ulang di seluruh desa yang menjadi langganan banjir untuk menentukan desa mana yang harus didahulukan atau menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan,” tutup Razak.(jpg)

Respon Anda?

komentar