Tri Suci Waisak Jadi Agenda Tahunan di Plaza Lagoi Bay

1323
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri acara peringhatan Tri Suci Waisak di Mal Lagoi Bay. Foto: Harry/batampos.co.id
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri acara peringhatan Tri Suci Waisak di Mal Lagoi Bay. Foto: Harry/batampos.co.id

batampos.co.id – Perayaan Tri Suci Waisak 2560 BE yang ditaja Yayasan Pendidikan Buddha Dharma Kepri digelar di Pelataran Plaza Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (15/5/2016) siang.

Acara yang mengusung tema “Indahnya Kebersamaan Dalam Buddha Dharma” ini dihadiri Vice President PT BRC, Frans Gunara dan istrinya, Maria Putri Lim, Direktorat Jendral (Dirjen) Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag), Dasikin, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kepri, Henki Suryawan, Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab, GM Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Bintan, Raja Akib Rachim, Kapolres Bintan, AKBP Cornelius Wisnu Adji Pamungkas, Pimpinan dan pengurus Umat Buddha Dharma Kepri serta tamu undangan.

GGM PT BRC, Abdul Wahab mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Pendidikan Buddha Dharma Kepri yang menjadikan kawasan wisata milik PT BRC sebagai lokasi perayaan Tri Suci Waisak beberapa tahun ini.

“Kita ucapkan terimakasih kepada yayasan umat Buddha Dharma Kepri untuk kedua kalinya merayakan Tri Suci Waisak di Kawasan Plaza Lagoi Bay. Bahkan kita ingin jadikan perayaan hari besar ini menjadi agenda tahunan di wilayah ini,” ujarnya.

PT BRC juga sangat mendukung kesuksesaan penyelenggaraan segala kegiatan yang ditaja di wilayah ini. Khususnya kegiatan kegamaan seperti hari raya bagi umat Buddha, Islam, Kristen, Katholik, dan Hindu.

Jika kegiatan perayaan hari besar setiap agama dapat dilaksanakan di sini bisa memupuk rasa kebersamaan serta mencerminkan kerukunan dan kedamaian antar umat beragama.

Selain itu juga, dengan pelbagai acara kegamaan yang ditaja dapat menyumbang angka kunjungan wisatawan. Karena dengan keragaman kepercayaan inilah akan menjadi suatu icon wisata religi. Sehingga dengan daya tarik ini bisa menarik wisatawan lokal maupun mancanegara mengunjungi Kabupaten Bintan.

“Kita berharap seluruh umat manusia bisa tentram dan damai. Karena setiap acara yang ditaja disini pastinya seluruh masyarakat dari berbagai agama ikut menyukseskannya,” katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menginginkan setiap insan yang beragama bisa meningkatkan kepercayaan, ketakwaan dan keimanan pada agamanya masing-masing. Karena seluruh agama di dunia ini mengajarkan kebaikan. Indahnya kebersamaan itu diharapkan bisa dimilik semua agama, sehingga hubungan antar agama bisa terjalin rukun dan damai.

“Kita berkumpul semua di Lagoi berkat Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga dengan momen ini bisa membawa keberkahaan di Kepri. Khususnya PT BRC agar semakin maju terus,” sebutnya.

Keberkahan yang dimiliki di PT BRC ini bisa dilihat dan dirasakan dalam momen ini. Dimana acara yang ditaja umat Buddha tetapi yang hadir dari masyarakat berbeda agama. Jadi kesuksesaan serta keberkahan sesuai dengan temanya “Indahnya Kebersamaan” yaitu masyarakat yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda ikut serta mendukung dan mensukseskan kegiatan dari agama lain.

Memiliki masyarakat yang terdiri dari berbagai budaya dan agama ini sesuatu yang sangat menarik dan keunikan. Jadi menarik dan unik inilah bisa menjadi referensi bagi PT BRC dalam menciptakan produk wisata religi di Lagoi.

Apalagi Kawasan Pariwisata Lagoi yang dimikiki PT BRC tak kalah hebatnya dengan Pantai Hawai. Sehingga keinginan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov Kepri) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjadikan Lagoi sebagai destinasi wisata dunia bisa terwujud.

“Keanekaragaman agama ini merupakan keberkahan yang hanya dimiliki di daerah ini. Jadi alangkah hebatnya kalau PT BRC menjadikan agama sebagai destinasi wisata religi di dunia,” ungkapnya. (ary/bp)

Respon Anda?

komentar