Banjir Melanda, Sekolah Rusak Parah di Tapteng

452
Pesona Indonesia
Ratusan rumah terendam banjir usai hujan deras melanda Tapteng, Minggu (15/5) malam hingga Senin (16/5) dini hari. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Barus. Sejumlah warga mulai melakukan aktivitas pada pagi menjelang siang, setelah air mulai surut.
Ratusan rumah terendam banjir usai hujan deras melanda Tapteng, Minggu (15/5) malam hingga Senin (16/5) dini hari. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Barus. Sejumlah warga mulai melakukan aktivitas pada pagi menjelang siang, setelah air mulai surut.

batampos.co.id – Hujan lebat melanda Kabupaten Tapteng mulai Minggu (15/5) malam hingga Senin (16/5) dini hari. Hujan deras mengakibatkan kerusakan beberapa bangunan sekolah dan rumah warga. Walau tak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Beberapa bangunan itu diantaranya dua ruangan belajar SMP yang juga ditempati SD HKBP Sibuluan di Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan, Tapteng, rusak parah dan tidak bisa digunakan.

Kepala SD Sibuluan Juwita Simanjuntak mengatakan, peristiswa itu berlangsung pada Senin (16/5) dini hari. Dia mengatakan, dia datang ke sekolah sekitar pukul 00.00 WIB dan tinggi air sudah sebatas lutut. Beberapa saat setelah itu, dua lokal rusak parah dan tak bisa bisa digunakan lagi.

Walau demikian, kerusakan dua ruangan yang direncanakan akan dipakai untuk tempat Ujian Sekolah (US) 19 siswa/i SD Sibuluan, tidak menghambat pelaksanaan ujian. “Kita pindahkan ke lokal yang lain. Ada 19 siswa tadi,” katanya.

Selain dua ruangan yang roboh diterjang banjir itu, masih ada dua ruangan lagi yang mengalami kerusakan. “Ada sembilan lokal di sini. Dua rusak parah, dua lagi ada retak-retak dindingnya. Kerugian kita taksir mencapai Rp300 juta. Kalau banjir sudah sering terjadi karena lokasi sekolah memang dekat sungai,” timpal Kepala SMP HKBP Sibuluan Iberto Silaban.

Tak jauh dari sekolah, tampak bangunan garasi dan dapur rumah salah seorang warga Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng, juga rusak akibat longsor yang disebabkan gerusan banjir Sungai Sibuluan.

“Sekitar jam tujuh pagi tadi longsor,” kata Ajhar Hutabarat (70), pemilik rumah.

Ia menjelaskan, saat tanah pondasi garasi tersebut longsor, dia nyaris ikut jatuh bersama sebagian sisi bangunannya itu. “Ketepatan aku lagi berdiri di pinggir (bangunan garasi ini melihat-lihat arus sungai. Tiba-tiba bangunan ini goyang. Larilah aku, terus terjadi longsor,” ujar Ajhar.

Atas peristiwa itu, Ajhar memperkirakan mengalami kerugian Rp70 juta. Dia mengatakan akan segera melakukan perbaikan untuk menghindari meluasnya longsor yang akan menimpa rumahnya.

“Harus kita buat dam secepatnya. Kalau ngga, bisa meluas,” katanya.(jpg)

Respon Anda?

komentar