Bejat! Ayah Setubuhi Anak Kandung Hampir Setiap Hari

7953
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Entah setan apa yang telah merasuki Zaburohman. Betapa tidak, pria asal Lampung ini tega menyetubuhi putri kandungnya sendiri hingga berulang-ulang.

Perbuatan tak pantas itu terjadi di Nanga Bulik, Lamandau, Kalimantan Tengah. Sudah hampir dua tahun kejadian tersebut berlalu. Namun, hingga saat ini, pelaku yang telah kabur itu tak kunjung tertangkap.

Saat diperkosa oleh sang ayah, anak bungsunya, RN, masih berusia empat tahun. Sang ibu pun terus menitikkan air mata mengenang kisah tragis nan memalukan itu.

Saat ditemui Radar Sampit (Jawa Pos Group), ibu korban menceritakan kembali kisah tragis yang menimpa anaknya tersebut. Pada awal 2015, suaminya pergi ke Jakarta hingga berbulan-bulan. Barulah RN, anaknya, seringkali menanyakan keberadaan ayahnya yang tidak kunjung datang.

”Karena capek ditanya terus, akhirnya saya jawab saja ayahnya sudah mati. Barulah dia berani berterus terang kalau ‘anu’-nya dia telah dimasuki oleh ‘itu’-nya bapaknya,” ucapnya lirih.

Bagai petir di siang bolong, pengakuan anaknya tersebut sangat menyakitkan. Sang ibu pun memeriksakan alat vital anaknya ke puskesmas. Dan benar, alat vital anaknya telah hancur.

Apalagi dari pengakuan anaknya, ayahnya seringkali melakukan hubungan badan terlarang tersebut. Diduga hampir setiap hari selama empat bulan sang ayah telah mencabuli putrinya sendiri.

”Namanya juga orangtuanya sendiri, mana ada yang tega ngerjain anaknya. Jadi saya percaya saja setiap kali bapaknya jaga dia. Saat saya tinggal nyuci mereka sering tidur selimutan berdua. Saat saya kerja bapaknya suka pulang duluan jemput dia di TPA. Ternyata dia kembali ke sini hanya untuk merusak anaknya sendiri,” tuturnya.

Dan tragisnya lagi, di usianya yang masih sangat belia, sang anak begitu kuat memendam sakit tersebut seorang diri. Ia tidak pernah sedikitpun menangis dan mengadu kepada ibunya. Karena ia mendapat ancaman jika melaporkan kelakuan ayahnya, maka akan dipukuli. Sehingga setelah ia menduga ayahnya sudah meninggal, barulah ia berani bercerita.

Beberapa bulan setelah kejadian, korban masih sering mengalami kesakitan dan keputihan. Korban juga sempat menjalani pemeriksaan ke spesialis organ genital, serta melaporkannya kepada Bunda Paud untuk diberikan pendampingan psikologis. (jpg)

Respon Anda?

komentar