BUP Karimun Renovasi Pelabuhan KPK

845
Pesona Indonesia
Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Karimun. foto:tri haryono/batampos
Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Karimun. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun, telah merenovasi Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Renovasi fasilitas ruang tunggu, ponton kedatangan maupun keberangkatan di pelabuhan yang akrab disebut pelabuhan KPK itu, sebagai upaya pengantisipasian menyambut Ramadan dan Lebaran.

”Saat ini sudah selesai renovasi untuk ponton keberangkatan. Sedangkan, yang lain masih dalam proses pengerjaan. Ditargetkan sebelum memasuki bulan suci Ramadan sudah rampung pengerjaannya. Karena dikerjakan di saat sepi penumpang agar tidak terganggu,” jelas Direktur Utama BUP Karimun, Indrawan Susanto, Senin (16/5).

Dilakukannya renovasi fasilitas pelabuhan KPK bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada calon penumpang yang akan berangkat maupun tiba dari pulau-pulau. Sebab, pelabuhan KPK diperuntukan untuk pelabuhan antarpulau seperti Selat Belia, Tanjungberlian, Tanjungbatu, Buru, Moro, maupun Durai.

Sehingga, menjelang memasuki bulan suci Ramadan nanti, para penumpang lebih nyaman. Di saat akan berangkat maupun datang, sambil menunggu kapal datang bisa bersantai duduk-duduk di ruang tunggu. Dengan menikmati pemandangan laut, sambil minum secangkir kopi bersama keluarga maupun kerabat.

”Biasanya, ada peningkatan arus penumpang di saat dua hari menjelang atau selama puasa. Begitu juga menjelang lebaran, sehingga jauh hari kita sudah benahi pelabuhan rakyat ini,” ungkapnya.

Ditanya tentang retribusi dari pas pelabuhan baik pas penumpang maupun pas parkir, ia mengungkapkan bahwa dalam setahun mencapai kurang lebih Rp 20 juta. Untuk pas parkir roda dua, dan roda empat masih tetap yaitu Rp 500 untuk roda dua, dan Rp 1000 untuk roda empat atau mobil dengan total pendapatan sekitar Rp12 juta. Sementara pas penumpang masih diterapkan harga lama Rp 1500 per penumpang hanya Rp 9 juta.

”Tahun ini tetap kita akan genjot retribusi dari pelabuhan KPK. Salah satunya, fasilitas pintu masih akan dipasang usai Lebaran nanti,” kata Santo panggilan akrabnya.

Sementara Kep Jali salah satu kapal penumpang tujuan Balai, Buru dan Moro merasa senang dengan adanya perbaikan fasilitas di pelabuhan tersebut. Sehingga, ketika memasuki pelabuhan ada suasana baru dan bisa dipromosikan kepada masyarakat yang ada di pulau-pulau.

”Baguslah. Pelabuhan antar pulau jangan kalah dengan pelabuhan domestik. Agar menjadi dambaan masyarakat kita,” singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar