Divonis 16 Tahun, Pengedar Sabu Asal Malaysia Nyesal dan Ngaku Tobat

642
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, kembali memvonis terdakwa berkewarganegaraan Malaysia, Choo Wei Tin dalam kasus narkotika, Senin (16/5) sore.

Coo Wei Tin divonis hukuman penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Ia terbukti membawa sabu dari negara kelahirannya itu untuk diedarkan di Batam sebanyak tiga paket yang masing-masingnya seberat 91 gram, 50 gram, dan 60 gram, yang ditotalkan sebanyak 201 gram.

Hakim Ketua Vera Yetti Magdalenna didampingi Hakim Anggota Tiwik dan Egi Novita, membacakan amar putusan setelah terdakwa memberikan surat sebagai pernyataan pembelaan darinya yang tidak bisa ia bacakan karena tidak bisa membaca. “Saya tidak bisa baca tulis yang mulia, surat ini minta tolong dituliskan oleh rekan saya,” ujar terdakwa Choo Wei Tin.

Dari surat tersebut, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, serta tidak akan mengulanginya kembali. Berdasarkan pertimbangan, Majelis Hakim menjatuhkan vonis yang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit pekan lalu.

Berdasarkan hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mendukung Pemerintah dalam pemberantasan narkotika, dan hal-hal yang meringankan bahwa terdakwa tidak berbelit-belit dalam memberi keterangan, serta mengakui semua perbuatannya.

“Maka terdakwa dikenakan hukuman sesuai dakwaan ke satu, pelanggaran pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” tegas Hakim Vera.

Vonis tersebut satu tahun lebih ringan dari tuntutan JPU Sigit yang menuntut penjara selama 17 tahun. “Saya terima hukuman ini dan berjanji tidak akan melakukan pekerjaan ini lagi, saya menyesal dan mau bertobat,” ungkap terdakwa. (cr15)

Respon Anda?

komentar