DPRD Tampung Tuntutan Buruh Angkut Pelabuhan

571
Pesona Indonesia
Suasana demo buruh panggul di DPRD Kepri. Mereka menuntut agar DPRD Kepri memfasilitasi permasalahan kapal bermuatan sembako yang tak lagi sandar di Tanjungpinang. f:ist
Suasana demo buruh panggul di DPRD Kepri beberapa waktu lalu. Mereka menuntut agar DPRD Kepri memfasilitasi permasalahan kapal bermuatan sembako yang tak lagi sandar di Tanjungpinang. f:ist

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengaku sudah mendapat laporan mengenai unjuk rasa di pelataran Kantor DPRD Kepri, yang dilakukan sejumlah buruh angkut pelabuhan, beberapa waktu lalu. Setelah menerima laporan tersebut, Jumaga mengaku sudah meminta Komisi IV DPRD Kepri untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Urusan kesejahteraan rakyat ini memang berada di Komisi IV. Saya sudah kontak mereka untuk melanjuti aspirasi teman-teman buruh kemarin itu,” kata Jumaga, Senin (16/5).

Jumaga menambahkan, persoalan aspirasi semacam ini memang mesti lekas disikapi agar tidak berlarut-larut dan berkembang luas. Namun, pencarian solusi terbaik, kata dia, juga mesti melalui koordinasi yang apik antara lembaga legislatif dan eksekutif. “Jadi bisa dapat win-win solution,” kata politisi asal fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Sembari menunggu hasil koordinasi antara Komisi IV DPRD Kepri dengan instansi terkait, Jumaga meminta rekan-rekan buruh angkut di pelabuhan tetap bersabar. Kata dia, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. “Semuanya bakal dipikirkan untuk mencari jalan keluar. Jadi kami imbau untuk sabar dulu. Kami akan bekerja maksimal,” ujar Jumaga.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 500 kepala keluarga yang menyandarkan kepul asap dapurnya dari pendapatan sehari-sehari sebagai buruh angkut sembako terancam tidak makan. Pasalnya, kapal bermuatan sembako yang masuk dari Singapura ke Tanjungpinang sudah tidak lagi melakukan aktivitasnya dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Ancaman tak lagi bisa mengepulkan asap dapurnya, sejumlah buruh angkut melakukan demonstrasi di muka Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerh (DPRD) Provinsi Kepri, Rabu (11/5).

Kehadiran mereka diterima langsung oleh anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua. Kata Rudy, anggota legislatif yang lain sedang melakukan agenda lain sehingga tidak dapat menemui buruh-buruh angkut yang sudah sedari pagi berkumpul di Dompak.

Rudy mengutarakan, sekelompok buruh angkut pelabuhan ini mengutarakan ketakutannya mengenai pendapatannya yang terancam lantaran kapal sembako dari Singapura sudah tidak lagi sandar di Tanjungpinang. “Kurang lebih 500 KK ini tidak bisa makan selama dua bulan ke depan,” kata Rudy.

Kepada Rudy, buruh angkut meminta agar DPRD Kepri bisa menjembatani aspirasi mereka dengan instansi terkait. Karena di mata Rudy, sebenarnya ada dua hal yang sudah mengakar mengenai permasalahan ini. Pertama, adalah mata pencaharian buruh angkut yang sepenuhnya menggantungkan pendapatannya melalui aktivitas bongkar muat sembako di sepanjang pelantar dua hingga ke pelabuhan rimba.

“Kedua, memang Tanjungpinang selama ini begitu menggantungkan pasokan kebutuhan sembakonya dari lintas batas luar. Dan ini sifatnya adalah bergantung kebijakan teknis,” ungkapnya.

Bila keluhan buruh angkut ini tak juga lekas disikapi cepat oleh instansi terkit, Rudy mengkhawatirkan bakal terjadi kelangkaan pasokan sembako di ibu kota Provinsi Kepri. Terlebih dalam waktu dekat, kebutuhan ekonomi Tanjungpinang bakal melonjak tinggi seiring masuknya bulan puasa Ramadan.

“Ini yang dikhawatirkan mengganggu stablitas pasokan sembako di Tanjungpinang. Keberlangsungan pemasukan sembako dari Singapura ini sudah berlangsung lama. Turun-temurunlah,” kata Rudy. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar