Seperempat Impor Indonesia Berasal dari Cina

665
Pesona Indonesia
Tak hanya produk elektronik, pakaian, perabotan rumah tangga yang berasal dari Cina, saat ini sayuran pun sudah impor dari Cina. Foto: istimewa
Tak hanya produk elektronik, pakaian, perabotan rumah tangga yang berasal dari Cina, saat ini sayuran pun sudah impor dari Cina. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keterbukaan pasar membuat produk asal Cina makin mendominasi pasar barang konsumsi maupun barang modal di Indonesia.

Bahkan, sayuran dan buah-buahan kini dengan mudah ditemukan di pasaran tradisional Batam dan wilayah lainnya di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sepanjang Januari-April 2016, seperempat impor Indonesia berasal dari Cina.

“Impor terbesar (Januari-April 2016) dari Cina, yakni senilai 9,65 miliar dollar AS atau 25,76 persen dari total impor non-migas yang sebesar 37,47 miliar dollar AS,” ungkap Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Sasmito mengatakan, data tersebut membuktikan ketergantungan konsumsi Indonesia akan produk Cina masih sangat tinggi.

Besarnya impor dari Cina selama periode tersebut bahkan mengalahkan 10 negara ASEAN. Sepanjang Januari-April 2016, impor Indonesia dari negara-negara ASEAN hanya mencapai 8,43 miliar dollar AS atau 22,49 persen dari total impor non-migas.

“Jadi impor dari 10 negara ASEAN pun masih kalah dibandingkan impor dari Cina,” ujar Sasmito.

Lebih lanjut dia mengatakan, kebanyakan barang yang diimpor dari Cina antara lain laptop, komputer, dan handphone. Selain dari Cina, gawai juga banyak diimpor dari Vietnam dan Korea Selatan, meski masih lebih dominan Cina.

Catatan BPS, 10 golongan barang yang paling banyak diimpor dari Cina yaitu mesin atau pesawat mekanik (2,34 miliar dollar AS), mesin atau peralatan listrik (1,92 miliar dollar AS), besi dan baja (2,01 miliar dollar AS), bahan kimia organik (781,89 juta dollar AS).

Lainnya adalah plastik dan barang dari plastik (375,75 juta dollar AS), benda-benda dari besi dan baja (336,20 juta dollar AS), filamen buatan (189,40 juta dollar AS), pupuk (176,42 juta dollar AS), bahan kimia anorganik (202,08 juta dollar AS), dan kendaraan dan bagiannya dengan nilai 168 juta dollar AS. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar