Isi Tabung Gas Melon hanya Separuh, Ini Jawaban Pertamina

1176
Pesona Indonesia
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup

batampos.co.id – Kelurahan warga Batam yang banyak mendapati peredaran tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon yang isinya hanya separuh, akhirnya direspon oleh Pertamina.

“Pertamina selaku penyedia layanan LPG 3 kilogram ke masyarakat sesuai dengan peruntukannya melakukan pengisian sesuai dengan jumlah yang tepat yaitu isi LPG  3 kilogram diluar berat tabung,” ujar Fitri Erika, Area Manager Communication & Relations Pertamina Sumbagut, Senin (16/5/2016) melalui email yang dikirim ke batampos.co.id.

Erika juga mengatakan, tabun dari Pertamina yang telah diisi LPG 3 kg, diberi plastic wrap di tabung.

Pertamina juga selalu menginformasikan nama agen penanggungjawab wilayah dimaksudkan untuk memudahkan konsumen untuk dapat mengetahui layanan dimaksud.

Erika menjelaskan, alat yang digunakan konsumen yang terpasang di regulator merupakan alat ukur yang hanya menunjukkan tekanan gas yang keluar dari tabung, bukan ukuran jumlah isi LPG.

“Untuk mengetahui jumlah isi gas LPG di dalam tabung, masyarakat  dihimbau agar menggunakan timbangan,” ujarnya.

Soal ketersediaan LPG 3 kg di Batam, Erika mengatakan saat ini dilayani oleh 11 agen dan 1.808 pangkalan yang mencantumkan spanduk atau plang identitas dan harga eceran tertinggi (HET) setempat.

Jika konsumen mengeluhkan terhadap layanan produk LPG 3 kg, Erika meminta masyarakat bisa menyampaikan keluhan ke contact pertamina di 1-500-000

Sebelumnya warga Batam yang membeli tabung gas mirip melon tersebut hanya isinya separuh atau setengah.

”Saya beli gas elpiji isinya hanya separuh doang. Mana cukup untuk masak selama dua minggu, paling juga seminggu sudah habis,” kata warga Tembesi, Fitrianti kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Kamis (11/5/2016).

Hal senada juga disampaikan oleh warga Batuaji, Alina. Ia pernah membeli gas elpiji tiga kilogram, namun setelah dibawa ke rumah dan dicek, meteran regulator hanya menunjukkan angka setengah.

”Saya kira ada kesalahan teknis, atau saya yang salah lihat. Makanya langsung saya tukar, namun begitu bawa yang baru, ternyata sama saja,” ujarnya.

Ia menduga berkurangnya isi tabung gas elpiji 3 kg ini karena permainan kotor oleh agen-agen gas elpiji atau pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan besar. Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Rudi Syakiakirti yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku belum tahu tentang masalah ini.

”Saya belum tahu sama sekali tentang ini (isi tabung gas 3 kg berkurang),” katanya.

Namun ia berjanji akan segera menyelidiki. ”Makanya kalau ada hal seperti itu, masyarakat tolong lapor kepada kami (Disperindag) agar bisa segera bertindak,” terangnya. (nur/leo)

Respon Anda?

komentar