Kalau Anda Melanggar, Langsung Ditilang

639
Pesona Indonesia
Razia kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Jalan ini salah satu kawasan tertib lalulintas (KTL). foto:rpg
Razia kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Jalan ini salah satu kawasan tertib lalulintas (KTL). foto:rpg

batampos.co.id – Tim gabungan TNI-Polri dan intansi terkait akan menggelar operasi Patuh Seligi 2016 selama 14 hari dari 16 Mei sampai 29 Mei mendatang. Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP Sulam mengatakan, tim ini akan memberikan tindakan tegas kepada pengendara roda dua dan empat yang terjaring dalam operasi tersebut.

”Kami akan menerapkan tilang di tempat bagi pengendara yang melanggar tata tertib aturan berlalulintas,” ujar Sulam usai menggelar upacara Operasi Patuh Seligi 2016 di Mapolres Tanjungpinang, Senin (16/5).

Operasi ini melibatkan Polisi Militer tiga satuan TNI yang ada serta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kota Tanjungpinang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang.

”Kami sudah koordinasi dengan tiga satuan TNI. Nantinya jika kedapatan kendaraan yang memakai atribut TNI akan ditindaklanjuti,” kata Sulam.

Sementara itu, Wakapolres Tanjungpinang, Kompol Agus Joko menambahkan, operasi Patuh Seligi bertujuan untuk menimbulkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Sebab, beberapa hari yang lalu kasus kecelakaan di Tanjungpinang kian meningkat.

”’Kami tetap berusaha untuk pencegahan berbarengan dengan operasi patuh seligi ini,” ujar Joko.

Menurutnya, kecelakaan pasti didahului dengan adanya pelanggaran berlalulintas. Untuk itu, tim gabungan yang terdiri dari lima satuan tugas (Satgas) yang menganalisis semua titik kerawanan tersebut bisa meminimalisir kecelakaan di jalan raya.

”Belakangan ini fatalitas kecelakaan terus terjadi, jadi kami juga akan melakukan analisis tempat-tempat yang rawan kecelakaan,” ucap mantan Kabag Ops Polres Bintan tersebut.

Masih kata Sulam, saat ini di Kota Tanjungpinang, tingkat pelanggaran lalu lintas semakin meningkat. Menurut data Satlantas dari Januari hingga saat ini, angka kecelakaan yang menghilangkan nyawa ada delapan orang, luka berat ada 20 orang, dan luka ringan tercatat 36 orang.

”Penyebabnya karena tidak menggunakan helm, melanggar rambu-rambu, di mana lokasi tidak boleh memotong, mereka memotong. Jadi, sayangilah nyawa kita,” imbau Sulam. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar