Kepri Terbaik Pertama dari Aspek Kejujuran UN SMK 2016

1272
Pesona Indonesia
Siswa melakukan aksi coret baju dan selfie saat pengumuman kelulusan di SMKN 1 Tanjungpinang, tahun lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
Siswa melakukan aksi coret baju dan selfie saat pengumuman kelulusan di SMKN 1 Tanjungpinang, tahun lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Provinsi Kepri mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Pasalnya Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) Provinsi Kepri 2016 untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) meraih predikat terbaik pertama.

Sementara untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peringkat lima nasional. Sedangkan untuk jurusan IPA Kepri berada diperingkat tujuh nasional.

“Ini prestasi yang sangat menggembirakan, karena menjadi loncatan yang luar biasa. Kredit untuk SMK yang meraih predikat juara pertama. Sedangkan SMA jurusan IPA dan IPS masuk 10 besar nasional,” ujar Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melalui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Yatim Mustafa, Senin (16/5/2016) malam.
Disebutkannya, untuk SMK Kepri berada diurutan terdepan dengan raihan rata-rata 79,07. Dibelakang menguntit, DI. Yogyakarta dengan rata-rata 78,87.
Lebih lanjut katanya, SMA jurusan IPA berada pada peringkat ke tujuh dengan nilai 72,29. Posisi pertama pada jurusan ini diraih oleh DI. Yogyakarta.
Begitu juga dengan jurusan IPS juga disabet DI. Yogyakarta dengan jumlah rata-rata 78,81. Sementara Kepri berada diperingkat ke lima dengan raihan rata-rata 73,48.
“Bagi kami ini prestasi yang sangat membanggakan. Karena selama ini, Kepri selalu berada diluar 10 besar. Tetapi pada tahun ini, hasilnya berbanding terbalik dengan hasil UN tahun lalu,” jelas Yatim.
Menurut Yatim, pencapaian ini tidak lepas dari pengaruh tingkat kejujuran. Sesuai slogan yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan “Prestasi Iya, Jujur Harus” sudah memberikan dampak bagi perkembangan dunia pendidikan Provinsi Kepri. Atas prestasi ini, Yatim merasa sangat bersyukur dan bangga. Pasalnya kerja keras seluruh elemen pendidikan sudah membuahkan hasil yang luar biasa.
“Prestasi ini harus terus kita tingkatkan. Karena mempertahankan lebih sulit dari merebut,” katanya.
Ia berterima kasih kepada sekolah  yang sudah bekerja sama melakukan pengawasan. Ia juga berterima kasih kepada siswa/i kita yang sudah belajar dengan giat.
“Pencapaian ini juga tidak lepas dari kerja keras Panitia UN Kepri yang dari jauh sudah mempersiapkannya dibawah komando Atma Dinata,” sebut Yatim.
Masih kata Yatim, jujur membawa prestasi, jujur bisa mengantar prestasi kalau ditanamkan dari awal. Atau diberikan contoh. Ditegaskannya, keberhasilan ini menunjukan sistem pembinaan sudah berjalan dengan baik di sekolah.
Disinggung apakah pencapaian ini dipengaruhi oleh sistem ujian berbasis komputer? Yatim membenarkan hal itu.
“Pelaksaan UN di Kepri mendapatkan pengawasan ketat dari dari berbagai element yang terlibat. Begitu juga Dirjen Wilayah II Jakarta dalam melakukan pengawasan UN,” ungkap Yatim.
Berangkat dari pencapaian ini, Yatim bertekad untuk memperbaikinya ke depannya. Menurutnya, sistem komputer akan memberikan penguasan keterampilan. Serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi. Bahkan tidak ada rasa ragu atau taku.
“Kita semuanya harus bekerjasama dan melakukan trobosan bersama-sama. Apakah itu antara sekolah dengan orang tua maupuan Disdik Kabupaten/Kota dengan Provinsi Kepri,” ujar Yatim.
Menurut Yatim, hasil pantauan dilapangan dalam pelaksanaan UN SMA/SMK kemarin, tidak mengalami masalah dalam pelaknsaan un. Ditegaskannya, ini akan menjadi pekerjaan berat kedepannya. Disebutkannya, hasil seperti ini yang didam-idamkan almarhum Gubernur Kepri, Muhammad Sani.
“Ini yang diinginkan almarhum (Muhammad Sani,red) semasa masih hidup. Dia ingin Kepri mampu untuk bicara ditingkat nasional, seperti sekarang ini,” papar Yatim.
Disebutkannya, apa yang menjadi kebutuhan pendidikan kedepan adalah, berharap pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kepri 2016 ini, Disdik Kepri mendapatkan alokasi anggaran Rp5-Rp10 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan bagi pengadaan perangkat komputer sebagai persiapan pelaksanaan UN kedepan.
“Kita berharap pada 2017 Kepri sudah memiliki 500-1000 komputer untuk ujian berbasis komputer. Tentu kita harapkan dukungan dari DPRD Kepri dalam hal ini. Kebutuhan ini, tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan prestasi yang diraih saat ini,” tutup Yatim. (jpg)

Respon Anda?

komentar