Koko yang Garap 58 ABG Selalu Cekoki Obat Korbannya Agar Tak Hamil

1759
Pesona Indonesia
AK (kanan), siswi SMP yang menjadi korban pemerkosaan Koko membeberkan kasus yang dialaminya. Foto: istimewa
AK (kanan), siswi SMP yang menjadi korban pemerkosaan Koko membeberkan kasus yang dialaminya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pengusaha mapan asal Kediri Sony Sandra alias Koko (60) yang diduga merudapaksa 58 anak baru gede (ABG) dalam beraksi selalu mencekoki pil yang diduga obat tidur pada korbannya.

Hal ini diungkapkan salah satu korbanm AK (14). AK yang kini duduk di kelas II SMP dihadirkan Masyarakat Peduli Kediri dalam jumpa pers menyikapi kasus dugaan perkosaan yang dilakukan Koko, Senin (16/5/2016).

Baca Juga:
> Koko Kaya Garap 58 ABG, Kasus Dipetieskan Aparat, Kini Dibongkar Aktivis Anak

AK mengaku digituin oleh Koko saat ia masih kelas 6 SD. Peristiwa itu masih terekam jelas di ingatannya.

Koko yang memang mengincar calon korbannya yang rata-rata masih SD. Korban selalu dibawa dan dikerjain di hotel.

AK bercerita, ia mengaku diajak ke hotel oleh temannya bernama IG yang konon juga merupakan korban Koko, untuk bertemu dengan Koko di salah satu hotel di Kediri.

“Diajak ke hotel, ketemu sama Om Koko. Yang ngajak IGit, temenku main. Ditelepon sama IG (inisial), dibilang nemenin IG ke hotel,” cerita AK kepada wartawan dan anggota Komisi VIII yang hadir pada jumpa pers di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Di hotel, AK bertemu dengan Koko. Kemudian ia dipaksa untuk menenggak obat hingga tiga kali. Lalu karena pengaruh obat, dirinya tak kuasa melawan perintah Koko hingga dirudapaksa alias digituin.

“Disuruh minum obat, katanya obatnya buat enggak bisa hamil. Dipaksa (oleh Koko). Di hotel disuruh buka seluruh pakaian,” imbuh AK.

AK mengaku dalam hotel tak hanya dirinya, tapi juga teman-teman sebaya dirinya yang lain juga diberlakukan sama oleh Koko.

“Ada 3 orang dalam satu ruangan. Disuruh 3 kali minum obat, saat berangkat, di tengah perjalanan sama saat di dalam kamar hotel,” katanya.

Akibat dirudapaksa yang dilakukan kepadanya ditambah lagi pengaruh obat yang ditenggak, AK sempat mengalami hilang ingatan, hingga ia lupa jalan kembali ke rumahnya. Karena ia sempat menghilang, ibu AK yang bekereja sebagai tukang cuci pakaian lalu melaporkan kehilangan AK ke kantor polisi setempat.

Setelah terkuaknya pengakuan dari AK kepada pihak kepolisian, dan didampingi serta diadvokasi oleh Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan “Brantas” Kediri, Kapolres Kediri memerintahkan menangkap Sony Sandra alias Koko.

Pelaku sendiri dikejar hingga ke Surabaya dan ditangkap di Bandara Juanda ketika hendak melarikan diri.

Selain AK, ada juga anak berinisial IG, siswi kelas 2 SMP di Kediri, korban kebejatan Koko. IG yang mengajak AK untuk bertemu Koko di Hotel. Ada lagi anak berinisial FD yang juga baru kelas II SMP.

FD sendiri dikenal sebagai “mami” oleh anak-anak seusianya. Karena FD sering dipesan oleh Koko untuk mencari anak dibawah umur yang masih perawan. FD juga sering dicabuli atau istilah para korban di “job/booking” oleh pelaku. (zul/rmol/one/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar