Nurdin Resmikan PLTG Tanjunguncang

1238
Pesona Indonesia
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan kekuatan 2 x 35 MW Simple Cycle di Tanjunguncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) yang diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Senin (16/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan kekuatan 2 x 35 MW Simple Cycle di Tanjunguncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) yang diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Senin (16/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan kekuatan 2 x 35 MW Simple Cycle di Tanjunguncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB), Senin (16/5).

Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan PLTG ini dalah salah satu program nasional untuk kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia Khususnya Kepri, agar bisa mendorong dunia usaha Kepri semakin maju. “Dengan adanya PLTG ini bisa menarik investor asing,” ujar Nurdin, Senin (16/5).

Dia berharap PLTG yang sudah diresmikan dapat mencukupi kebutuhan listrik di Batam dan Bintan. “Supaya listrik tidak mati-mati lagi,” ungkap Nurdin.

Selaku dari pemerintah, Nurdin mengatakan jika ada permasalahan di lapangan nantinya, dapat diselesaikan bersama-sama. “Apa pun permasalahannya untuk kemajuan Kepri kita siap bantu,” tuturnya.

Proyek pengerjaan pembangunan PLTG, di daerah Tanjunguncang, dilakukan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Saratoga Power, melalui anak perusahaannya PT Medco Power Indonesia, (MPI). PT MPI merupakan perusahaan nasional yang menjalankan kegiatan usaha di bidang ketenagalistrikan khususnya pembangkit listrik dengan bahan bakar ramah lingkungan.

MPI melalui anak perusahaannya, yang ada di Batam yakni PT ELB melaksanakan pengerjaan pembangkit listrik dengan kekuatan atas 2 x 35 MW Simple Cycle, ini dirancang untuk dapat dikembangkan menjadi Combined Cycle, dengan jangka waktu Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik selama 20 tahun.

“PLTG Tanjunguncang telah beroperasi secara komersial sejak 6 Januari 2016 dengan pasokan gas interim dari PGN sampai dengan 2019 sampai menunggu kesiapan pasokan gas dari PSC Blok A Natuna oleh Premier Oil yang saat ini masih didiskusikan bersama pemerintah melalui Kementerian ESDM, SKK Migas, PT PLN Batam,” ujar Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Fazil E Alfitri.

Total investasi pada PLTG Tanjunguncang adalah sebesar 66 juta US Dollar yang dibiayai dengan equity oleh pemegang saham ELB dan pembiayaan dari kreditur dengan skema project financing oleh PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) yang merupakan lembaga keuangan dibawah Departemen Keuangan Indonesia. Medco Power tetap berkomitmen untuk menjadi produsen tenaga listrik yang bersih dan ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi.

“Medco Power berkomitmen menjadi salah satu perusahaan nasional yang menjadi mitra strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, dalam rangka mendorong percepatan pembangunan nasional” terang Fazil .

Medco Power Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik yang berbasis hijau, bersih dan terbarukan berfokus pada penyedia pembangkit listrik independen skala medium dan besar, dan jasa pembangkit listrik seperti manajemen proyek, pengoperasian, perawatan dan jasa pengadaan. (cr14)

Respon Anda?

komentar