Pak Walikota, Harga Gula Melonjak hingga Rp 16 Ribu per Kilogram

961
Pesona Indonesia
Seorang pekerja toko kelontong Multi Sukses di Pasar Mega Legenda Batamcenter sedang menimbang gula pasir, Rabu (4/5). Jelang Ramadan harga kebutuhan pokok seperti gula dan beras  masih normal. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos . Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang pekerja toko kelontong Multi Sukses di Pasar Mega Legenda Batamcenter sedang menimbang gula pasir, Rabu (4/5). Jelang Ramadan harga kebutuhan pokok seperti gula dan beras masih normal.
. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua minggu menjelang Ramadan atau bulan puasa, harga kebutuhan sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Salah satunya, harga gula yang melambung tinggi. Sudah seminggu harga gula melonjak naik yang biasanya dijual Rp 11.800 hingga Rp 12 per kilogram, kini naik sekitar Rp 4 ribu, atau menjadi Rp 16 ribu per kilogram.

Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang sembako juga mengeluhkan kenaikan harga gula curah ini. Ginting, pemilik toko sembako di kawasan Baloi mengungkapkan, sudah lima hari ia menaikkan harga gula karena kenaikan mendadak yang diterapkan distributor.

“Kami beli dari distributor seharga Rp 730 ribu per karung. Itu setara Rp 14.600 per kilogram. Supaya tidak rugi, ya kami jual Rp 16 ribu per kilo. Jelang puasa begini, banyak harga yang naik. Pusing juga dengar suara pembeli yang protes tiap harga-harga naik. Kita bisa buat apa? naik di distributor, ya kami naikkan jugalah jual ecer,” ujar Ginting ketika ditemui di tempat usahanya di Baloi, Senin (16/5) kemarin.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Keuangan Kadin Kepri, Paulus Amat Tantoso mengatakan pihaknya sudah mendengar keluhan beberapa pengusaha terkait kenaikan harga gula ini sejak awal Mei lalu.

“Iya kita sudah dengar itu dan sudah cek di lapangan juga. Gila itu harga gula bisa naik dua kali lipat. Ini Batam lho, harga gula bisa sampai Rp 16 ribu per kilogram. Singapura saja harga gula tak segitu, jauh lebih murah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, setelah mengecek langsung ke distributor saat ini menjualnya ke pengecer seharga Rp 730 ribu per karung atau setara 50 kilogram. Di tingkat eceran, tentu para penjual menjualnya seharga Rp 16 ribu. Kalau dibandingkan dengan Singapura, harga gula hanya 34 dolar per karungnya, atau setara Rp 6.700 per kilogram.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah kita. Gubernur Kepri harus concern menangani kenaikan ini. Bila perlu ajukan kuota impor gula ke pemerintah pusat. Aktifkan segera kuota impor itu. Kasian masyarakat kalau sampai harga gula naik setinggi itu. Belum lagi harga kebutuhan pokok lainnya yang bakal naik juga saat jelang puasa ini,” ungkapnya.

Ia meyakini, kalau pemerintah membuat kebijakan kuota impor ini di Kepri, dipastikan harga gula bisa stabil di angka Rp 8 ribu per kilogram.

“Gubernur Kepri harus bisa mencari solusi atas hal ini. Ya salah satu kebijakannya adalah buka kembali keran impor. Jangan sampai harga yang melambung tinggi mengakibatkan gula menjadi langka di masyarakat jelang Ramadan ini. Ini perlu menjadi perhatian kita semua,” tutupnya. (cha)

Respon Anda?

komentar