Pakai Baju Palu Arit Pemuda di Karimun Diamankan

904
Pesona Indonesia
Kaos PKI
Kaos PKI

batampos.co.id – Anggota Kodim 0317 Kabupaten Karimun pada Minggu (15/5/2016) pukul 17.30 WIB mengamankan seorang pemuda berinisial AZ, 21, saat sedang asik menonton aksi balap sepeda motor di Stadion Badang Perkasa. AZ diamankan karena menggunakan baju kaos berlambang palu dan arit.

Komandan Kodim (Ddandim) 0317 Kabupaten Karimun, Letkol Inf I Gusti Ketut Arta Suyasa, Senin (16/5/2016) membenarkan jika anggotanya mengamankan seorang pemuda berinisial AZ.

”Pada saat diamankan oleh anggota kita, pemuda tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa pakaian yang digunakannya dilarang. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, maka pemuda tersebut dibawa ke kantor kita,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, kata Dandim, AZ mengaku mendapatkan kaos yang ada gambar palu dan arit yang identik dengan komunis atau Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah ada di negeri ini dari salah satu kamar hotel tempat dia bekerja.

AZ bekerja sebagai pembersih kamar atau room boy di Hotel H3 Tanjungbalai Karimun. Pada saat bertugas membersihkan kamar bekas tamu hotel menemukan baju kaos tersebut di dalam lemari.

”Baju tersebut akhirnya dia pakai. Pengakuan lainnya, AZ tidak mengetahui dan menyadari tentang baju yang digunakannya bergambar palu arit tersebut,” kata Dandim.

Pada malam harinya, Dandim menyerahkan AZ ke pihak kepolisian.

Perlu diketahui bahwa masalah PKI di Indonesia dalah masalah seirus dan negara dengan jelas telah melarangnya. Sesuai dengan TAP MPRS Nomor XXV tahun 1966 Tentang Pembubaran PKI. Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah NKRI bagi PKI  dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/ Marxisme-Leninisme.

Dandim juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan khususnya generasi muda di Kabupaten Karimun agar tidak terpengaruh dengan gaya baru penyebaran faham atau ajaran PKI. Karena, sudah jelas kalau faham tersebut dilarang oleh negara.  NKRI berasaskan Pancasila dan UU Dasar 1945. (san/bp)

Respon Anda?

komentar