Pengusuran Ruli Kampung Harapan Batam Berlangsung Tegang

1721
Pesona Indonesia
Seorang warga membawa parang menolak kios mereka di Kampung Harapan depan Tunas Regency, digusur. Namun ia akhirnya bersedia digusur setelah dinasihati tim terpadu. Foto: Leuwalang/facebook/wajah batam
Seorang warga membawa parang menolak kios mereka di Kampung Harapan depan Tunas Regency, digusur. Namun ia akhirnya bersedia digusur setelah dinasihati tim terpadu. Foto: Leuwalang/facebook/wajah batam

batampos.co.id – Tim Terpadu Penertiban Bangunan Liar Kota Batam kembali melakukan penertiban rumah lkiar (ruli) di Kampung Harapan di depan Tunas Regency Batam, Selasa (17/5/2016).

Penggusuran ini sempat mendapat perlawanan dari warga. Sejumlah warga menghadang tim. Bahkan ada seorang pemilik kios sempat melawan dan menolak digusur. Ia sempat mengeluarkan parang.

Beruntung tim dibawah komando Kasatpol PP Hendri berhasil meredam emosi warga ini dan akhirnya mau meletakkan parang yang ia pegang. Tim kemudian merobohkan bangunan miliknya, setelah barang-barang merejka dikeluarkan.

Sejumlah warga menilai, aksi penggusuran yang dilakukan Pemko Batam tidak memperhatikan nasib para pemilik kios. Pasalanya, hingga saat ini tidak ada ganti rugi dan relokasi pedagang yang menempati kios liar.

Gusurnya sebentar aja, bangunnya yang lama. Carikanlah solusi yang bagus untuk pedagang terutama kaki lima. Pemko kan punya anggaran untuk menggusur. Alangkah baiknya digunakan untuk membangun area pedagang kaki lima yang layak dan tertata,” ujar Hardad melalui akun facebokknya yang ditautkan ke Wajah Batam.

Warga menghandang tim terpadu yang akan menggusur pemukiman mereka di Ruli Kampung Harapan depan Tunas Regency, Batam. Foto: Leuwalang/facebook/wajah batam
Warga menghandang tim terpadu yang akan menggusur pemukiman mereka di Ruli Kampung Harapan depan Tunas Regency, Batam. Foto: Leuwalang/facebook/wajah batam

Namun tak sedikit juga yang mendukung langkah tim ini. Mereka menilai, ruli maupun bangunan liar lainnya memang harus ditertibkan.

yang salah tetap salah. jangan bayangkan kita di posisi mereka. Dari awalpun mereka tahu itu bukan tanah mereka. Berani berbuat harus berani berlapang dada terima risikonya. Rakyat kecil bukan berarti boleh melanggar peraturan. Kalau mau liat Batam jadi kota yang bersih & tertata harus ada kesadaran diri,” ujar Dian Mustikarini, juga melalui akun facebooknya yang ditautkan ke Wajah Batam.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Rudi menegaskan akan menggusur semua bangunan liar di Batam, demi menjadikan Batam menjadi kota yang indah dan nyaman.

“Semua bangunan liar yang melanggar kita gusur sampai jabatan saya habis,” tegas Rudi, pekan lalu.

Ia meminta BP Batam ikut berperan dengan menyediakan lahan relokasi karena kewenangan lahan ada di tangan BP Batam. (nur)

Respon Anda?

komentar