Puasa Ramadan Serentak 6 Juni 2016

824
Pesona Indonesia
Petugas rukyat memantau bulan melalui teleskop di berbagai daerah.  Foto: Miftahul Hayat/jawapos
Petugas rukyat memantau bulan melalui teleskop di berbagai daerah. Foto: Miftahul Hayat/jawapos

batampos.co.id – Dua organisasi besar, Muhammadiyah dan Nahdlatl Ulama sama-sama memprediksi awal Ramadan 2016 (1437 Hijriah) jatuh pada Senin 6 Juni 2016 mendatang. Dengan demikian, awal puasa bisa bersamaan, tidak ada perbedaan.

Tak hanya awal Ramadan yang sama, akhir Ramadan maupun 1 Syawal juga diperkirakan sama. Puasa pun tahun ini akan berlangsung genap 30 hari.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan puasa Ramadan 1437 Hijriah mulai awal pekan kedua Juni nanti. Penetapan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Insya-Allah dengan melihat hasil hisab ini kemungkinan tidak akan ada perbedaan awal puasa dan syawal di Indonesia,” tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagaimana dilansir surabayanews.com (batampos.co.id group), Minggu (15/5).

Haedar turut mengimbau seluruh anggota Muhammadiyah mengikuti keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang diterbitkan 18 April lalu.

“Kepada umat Islam, kami berharap memasuki Ramadan dengan menjadikan sebagai momen untuk beribadah dan memperbaiki diri,” lanjut tokoh dari Bandung itu.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan awal ibadah puasa Ramadan tahun ini berpotensi sama.

“Irtifak hilal (ketinggian rembulan pertanda awal kalender) pada Minggu, 5 Juni 2016, berkisar 3-4 derajat,” terang Wakil Ketua PWNU Jatim Sholeh Hayat.

Irtifak setinggi itu akan menyebabkan terjadi ijtimak (konjungsi). Yakni, pertemuan rembulan dan matahari pagi antara pukul 08.45-09.15 WIB. Tanda-tanda itu menjadi akhir bulan Syaban dalam kalender Hijriyah.

“Walaupun ketinggian hilal sudah inkam rukyat (dapat dilihat) dan memenuhi syarat atau kriteria rukyatul hilal (melihat hilal secara kasat mata), kami tetap akan melaksanakan perintah syariat rukyatul hilal,” sambung Sholeh. (peh/sep/jpg)

Respon Anda?

komentar