Puluhan Pelamar Berebut Tujuh Lowongan Kerja di Anambas

1795
Pesona Indonesia
Ilustrasi pencari kerja
Ilustrasi pencari kerja

batampos.co.id – Pencari kerja di Kabupaten Kepulauan Anambas masih banyak. Hal ini dapat dilihat saat perusahaan PT Oryx Service mulai menggelar seleksi bagi sejumlah tenaga kerja yang sudah mengajukan lamaran. Perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja sebanyak 7 orang. Namun pelamarnya hingga mencapai 79 orang selama lowongan kerja dibuka mulai dari 16 April hingga 4 Mei lalu.

PT Oryx Service sendiri merupakan perusahaan yang beralamat di Jakarta memiliki lebih dari 19 tahun pengalaman dalan memberikan pelayanan kepada industri minyak dan gas bumi di Indonesia. Perusahaan tersebut membutuhkan anak tempatan asli daerah Anambas untuk diperkerjakan di salah satu perusahan minyak yaitu Primier Oil.

Adapun tenaga yang dibutuhkan yang bakan ditempatkan diantaranya sebagai Suply Base Administrator satu orang, Formalitas Administrator satu orang, Store Keeper (SK) satu orang, foreman dua orang.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di Disnakertrans Samad, mengatakan, mengatakan, pemerintah hanya sebagai fasilitator bagi sejumlah tenaga kerja yang akan ikut mendaftar mencari kerja. Saat ini yang telah mendaftar di Disnakertrans sebanyak 78 orang dan ditambah satu orang yang mendaftar langsung ke perusahaan tersebut.

Namun ia menyayangkan sebanyak sembilan orang pada saat seleksi adminitrasi tidak dapat hadir, maka pihak perusahaan mengugurkan berkas pendaftarannya.

Diakuinya pemerintah tidak terlibat dalam menentukan penerimaan tenaga kerja, hal itu menjadi wewenang perusahaan. Namun pihaknya tetap berupaya untuk mencari informasi tentang ketersedian lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.”Kami hanya dapat memberi informasi saja, diterima atau tidak sebagai tenaga kerja bukan wewenang pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pencari kerja saat dikonfirmasi Dedy Syahputra mengatakan sangat berharap untuk dapat diterima sebagai tenaga kerja yang dibuka oleh pihak perusahan tersebut. Ia juga menilai dari pencari kerja yang mendaftar dapat dilihat bahwa di Anambas memiliki pengangguran cukup berpotensi memprihatinkan.

Kata Dedy beberapa dekade baru pertama kali di Anambas digelar  penerimaan tenaga kerja secara terbuka , itupun hanya sebagai tenaga kerja servis. Dalam hal ini anak daerah yang memiliki potensi yang lebih selain menjadi tenaga servis tidak akan pernah didapatkan. Ia menambahkan perlu regulasi yang jelas dalam mencari langkah strategis untuk mengurangi tingginya pengangguran di KKA.

“Mudah-mudahan kedepannya akan lebih terbuka untuk anak daerah dalam mencari kerja,” katanya berharap. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar