ANGKAT MEJA - Beberapa orang siswa MIS NU Sorkam terpaksa mengangkat meja ketempat yang lebih aman untuk dapat dipergunakan dalam mengikuti US Serentak tingkat SD sederajat, akibat sekolah mereka digenangi banjir. Foto: Metro Siantar/JPG
ANGKAT MEJA – Beberapa orang siswa MIS NU Sorkam terpaksa mengangkat meja ketempat yang lebih aman untuk dapat dipergunakan dalam mengikuti US Serentak tingkat SD sederajat, akibat sekolah mereka digenangi banjir. Foto: Metro Siantar/JPG

batampos.co.id – Banjir melanda beberapa sekolah di Tapteng, Sumut, menyebabkan pelaksanaan ujian sekolah (US) serentak tingkat SD sederajat sempat terkendala. Namun, pelaksanaannya tetap bisa dilangsungkan.

Bahkan, Dinas Pendidikan memperbolehkan para siswa mengikuti US dengan tidak menggunakan sepatu dan seragam sekolah.

Saat pelaksanaan US, sebagian siswa terpaksa digendong orangtua maupun warga menuju sekolahnya. Sebagian lainnya juga ada yang tidak menggunakan seragam karena basah terkena banjir.

“Ini kita perbolehkan. Dan bagi para siswa peserta US yang tidak mengikuti US hari ini akibat rumahnya dilanda banjir, juga akan kita persilahkan mengikuti US susulan yang akan berlangsung Senin (23/5) depan, bersama siswa lain yang berhalangan karena sakit,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu didampingi Sekretaris Syamsir Hutabarat serta sejumlah kepala bidang (kabid).

Terkait naskah soal ujian dan lembar jawaban US serentak yang sebelumnya sudah didistribusikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Delta mengatakan semuanya aman, karena naskah soal dan lembar jawaban tersebut disimpan di Mapolsek setempat.

“Untuk naskah soal dan lembar jawaban US, syukurnya semua aman, tidak ada yang rusak akibat banjir. Kita berterimakasih kepada pihak kepolisian, khususnya seluruh Polsek se-Tapteng yang telah bertanggungjawab menjaga naskah soal sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah pelaksana US,” ujarnya.

Delta juga menjelaskan, untuk tahun ini, jumlah peserta US serentak tingkat SD sederajat di Tapteng berjumlah 7.842 siswa di 329 sekolah yang melaksanakannya.

“Bila selama pelaksanaan US serentak kali ini masih terjadi banjir, maka kita akan memberikan kebijakan untuk mengundur pelaksanaan US dari jadwal semula. Dan, jika tidak memungkinkan, kita akan menunda dan menjadwalkan ulang pelaksanaannya bersama jadwal US susulan pekan depan. Tapi mudah-mudahan hal ini tidak terjadi, semoga banjir tidak lagi melanda,” harapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng Marhite Rumapea mengatakan bahwa setidaknya 7 kecamatan di Tapteng, yakni  Kecamatan Barus, Andam Dewi, Pasaribu Tobing, Sorkam Barat, Kolang, Sarudik dan Pandan mengalami banjir. Dari seluruh kecamatan, Kecamatan Barus menjadi lokasi terparah, dimana di kecamatan itu, ribuan rumah digenangi banjir dengan tinggi air rata-rata 20 centimeter hingga 1,5 meter.

“Dan, hingga Senin (16/5) siang, hampir semua wilayah di Kecamatan Barus masih digenangi air. Kita sudah membuka dapur umum dan menurunkan tim ke sana. Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng Drs Hendri S Lumbantobing MSi mewakili bupati juga sudah turun langsung ke Barus untuk meninjau lokasi dan melihat kondisi para pengungsi,” tandasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar