Tiga Bulan Tidak Ada Angkutan Laut ke Tambelan, Warga Risau Tak Bisa Mudik Lebaran

946
Pesona Indonesia
Perwakilan warga Kecamatan Tambelan saat menyampaikan aspirasi kepada Ketua dan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5). foto:faradilla/batampos
Perwakilan warga Kecamatan Tambelan saat menyampaikan aspirasi kepada Ketua dan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5). foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Warga Kecamatan Tambelan yang tinggal di Tanjungpinang sedang tidak tenang. Lantaran harapannya untuk dapat berkumpul bersama keluarga di bulan Ramadan dan Lebaran hampir pupus. Ketiadaan kapal angkutan rute Tambelan selama tiga bulan terakhir jadi penyebabnya. Sebab itulah, sejumlah warga Tambelan meluahkan kerisauannya kepada jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Senin (16/5).

Robby Patria, koordinator warga Tambelan, mengutarakan, keluhan ini sudah menjadi perbincangan sejak awal bulan lalu. “Masyarakat masih khawatir tidak bisa mudik. Mereka hanya ingin kepastian bisa mudik di bulan puasa, lebaran, dan halal bi halal bulan depan,” kata Robby.

Selama ini, terang Robby, masyarakat Tambelan yang harus melakukan perjalanan Tanjungpinang-Tambelan maupun sebaliknya, mau tak mau harus menumpang kapal ikan. Ini tentu bukan pilihan bijak. Mengingat kapal ikan tidak memenuhi standar untuk membawa penumpang terlalu banyak. “Tapi mau bagaimana lagi? Tidak ada pilihan lagi. Bercampurlah dengan ikan dan es itu,” tutur Robby.

Ketiadaan kapal juga memengaruhi kebutuhan sembako warga Tambelan yang semakin hari semakin menipis. Semenjak terkendalanya pasokan sembako dari Tanjungpinang, harga-harga kebutuhan pangan dalam keseharian naik signifikan. “Kami masih beruntung karena ada Kalimantan Barat yang masih suplai ke Tambelan,” ungkapnya.

Maka itu, lanjut Robby, warga Tambelan mengharapkan, DPRD Kepri bisa segera menggesa pemerintah daerah maupun Kementerian Perhubungan untuk pengadaan kapal ke rute Tanjungpinang-Tambelan. Sebisa-bisanya, kata Robby, harapan ini dapat terpenuhi sebelum menyambut bulan puasa nanti. “Semua orang ingin berkumpul dengan keluarganya,” ucapnya.

Hal serupa sebenarnya juga telah disampaikan ke Pelni. Namun dari penuturan Pelni Tanjungpinang, diketahui bahwa sejak 11 Maret lalu telah menyurati Kementerian Perhubungan untuk pengadaan kapal ataupun segera melangsungkan perbaikan kapal. Namun hingga saat ini, belum ada jawaban pasti untuk kebutuhan transportasi warga Kecamatan Tambelan ini.

“Sejujurnya kami merasa tak diperhatikan, sebagai daerah yang berada di Laut China Selatan kebutuhan kami tak terpenuhi,” ujar Robby.

Sementara itu, tiga anggota DPRD menerima langsung keluhan para perwakilan masyarakat Tambelan di Ruang Komisi II. Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jumaga Nadeak, Ketua Komisi I Sukhri Fahrial, dan Ketua Komisi II Ing Iskandarsyah.

Jumaga, dalam pertemuan tersebut, memaparkan DPRD Kepri dalam hal ini tak dapat mengambil keputusan cepat. Berhubung fungsi DPRD dalam hal ini hanya sebatas menampung aspirasi masyarakat. Namun secepatnya, Jumaga menyampaikan akan membawa keluhan ini kepada pemerintah provinsi dan pemangku kebijakan untuk menemukan jalan keluar persoalan trasnportasi ini.

“Yang penting untuk jangka pendeknya, warga Tambelan bisa dulu mudik. Jadi ada kapal itu untuk, menyambut puasa nanati, selama Ramadan dan juga untuk kegiatan Halal Bi Halal warga Tambelan,” pungkas Jumaga. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar